Menghapus “Andre Santos Jilid II”

Ketika merasa tidak berdaya, kecewa, dan jatuh, salah satu obat terbaik adalah bersabar, optimis, dan bekerja keras. Arsene Wenger dan Nacho Monreal selalu bisa menjadi contoh.

sebuah mozaik kebangkitan oleh @syaamrizal

Ignacio “Nacho” Monreal Eraso lahir di Pamplona, Spanyol pada tanggal 26 Februari1986. Monreal diboyong pada musim panas 2013. untuk mengantikan Andre Santos. Sedikit kita bahas soal Andre Santos. Bek kiri asal Brazil tersebut dibeli dari Fenerbahce dengan mahar 6,2 juta Pound pada usia 28 tahun. Wenger memboyong Andre Santos untuk mengantikan Geal Clhicy yang hengkang ke Manchester City.

Pada awal kedatangannya, Wenger sangat optimis dengan kontribusi yang akan diberikan Santos kepada Arsenal. “Santos adalah pemain yang berkualitas, dengan kemampuan bertahan dan menyerang dengan sama baiknya. Dia juga telah berpengalaman di Liga Champions dan di timnas Brazil dan dia telah membuktikan bahwa dia dapat bermain di level tertinggi,” ujar Wenger.

Setelah melakoni beberapa pertandingan, Santos justru terlihat kesulitan beradaptasi dengan gaya permainan di Inggris. Bahkan, Santos yang saat itu dianggap dapat membantu perkembangan Kieran Gibbs malah kalah bersaing dengan juniornya tersebut. Ketika Gibbs cedera pun, Andre Santos jarang mendapat kepercayaan, Wenger lebih percaya ke Thomas Vermaelen yang notabene adalah seorang bek tengah. Wenger, yang terkenal dengan kepercayaan dan sabar menunggu pemainya untuk dapat bermain baik akhirnya menyerah. Ia meminjamkan Andre Santos dan memaksa Arsenal membeli satu pemain baru untuk posisi bek kiri.

Perjalanan Wenger mencari bek kiri jatuh pada Monreal. Pada awal kedatangannya, Wenger juga mengemukakan kepercayaannya kepada Monreal, kalimat yang hampir sama ketika mendaratkan Andre Santos. “Monreal merupakan bek sayap kiri yang kuat, dengan pengalaman yang hebat, baik di klub maupun di level internasional. Dia adalah pemain yang berbakat secara teknis, seorang crosser yang bagus dan kuat di udara,” ujar Wenger. Memang, memuji pemain yang baru dibeli merupakan hal yang wajar,

Pada setengah musim pertamanya di tanah Inggris, Monreal hanya diturunkan sebanyak 11 kali dan menciptakan 1 gol. Seiring cedera Gibbs mulai membaik, kepercayaan Wenger kepada Monreal mulai meredup. Beberapa kali Monreal hanya duduk manis di bangku cadangan bak anak sekolah mau pulang. Monreal hanya diberi kesempatan tampil ketika Arsenal dalam keadaan sudah unggul dan mulai memilih bertahan. Wenger tetap memberi Monreal beberapa kali kesempatan untuk berlaga. Sayang, bek asal Spanyol tersebut gagal mencuri hati Wenger.

Praktis, Monreal hanya menjadi pilihan kedua setelah Gibbs. Banyak alasan bagi Wenger untuk lebih memilih Gibbs ketimbang Monreal, salah satunya adalah konsentrasi. Suatu elemen penting yang harus dimiliki setiap pemain, terlebih pemain yang harus mampu bertahan dan membantu menyerang sama baiknya. Monreal hanya 13 kali menjadi starter di liga.

Berikut statistik Monreal pada musim 2013/14.

1

Bandingkan dengan yang dilakukan Gibbs pada saat yang sama.

2

Dari perbandingan statistik di atas, terlihat Gibbs unggul jauh dibandingkan Monreal, terutama ketika menit bermain Gibbs lebih banyak. Pada musim kedua, Monreal juga terlihat seakan gamang, terlebih ketika melakoni laga besar. Ingat bagaimana Arsenal “diperkosa” Manchester city di Etihad? Kombinasi monreal dan Jack Wilshere di sektor kiri menjadi lubang besar. Jangan lupa juga dengan kekalahan pahit di kandang Liverpool. Monreal bermain 65 menit dan berhasil “membantu” Liverpool menciptakan lima gol. Belum lagi ketika bermain 90 menit menghadapi Everton yang dengan gagah mempecundangi Arsenal tiga gol tanpa balas. Pada titik ini, saya mulai khawatir akan adanya “Andre Santos Jilid II

Dampak kegamangan Monreal di musim kedua adalah kegagalan menembus tim nasional Spanyol dan gagal tampil di Piala Dunia 2014, ajang impian setiap pemain sepak bola. Banyak media yang mengatakan bahwa Monreal merasa tidak nyaman bersama Arsenal. Banyak yang memberitakan bahwa Monreal akan segera hengkang.

Namun, sebuah perubahan terjadi. Gagal tampil di Piala Dunia ternyata memacu Monreal untuk tampil luar biasa musim ini. Saya sendiri pernah berfikir bahwa Monreal akan segera dijual mengingat faktor usia dan Gibbs butuh pesaing yang lebih baik. Tapi wenger berpikiran lain. Ia tetap sabar dan setiap menaruh kepercayaanya kepada pemain. Wenger dengan sabar menunggu momentum bangkitnya Monreal dan menghapus mimpi buruk “Andre Santos Jilid II

Di awal musim ini, Monreal bermain sebagai starter di tiga laga setelah laga perdana Arsenal melawan Crystal Palace. Semua laga yang dijalaninya berakhir dengan “hanya” satu poin untuk Arsenal. Permainan Monreal di tiga laga tersebut  pun tidak terlalu baik. Tapi sekli lagi, Wenger tetap sabar menanti momentum kebangkitan Monreal.

Kesabaran Wenger berbuah manis. Kebangkitan Monreal dimulai ketika Arsenal kalah dari Southampton di awal tahun. Saat itu, Gibbs bermain tidak terlalu baik dan Wenger mulai melakukan rotasi pada laga melawan Queens Park Rangers. Momentum yang Wenger tunggu akhirnya dating. Monreal menjelma menjadi pembeda dan bermain jauh lebih baik. Monreal membalas kepercayaan Wenger dengan telak.

Salah satu pertandingan terbaik yang dilakoni Monreal adalah ketika mengalahkan Manchester United di laga FA Cup dan mengantarkan Arsenal lolos ke babak semifinal. Monreal berhasil menciptakan satu gol dan membuat kepercayaan diri para pemain Arsenal meningkat. Gol tersebut menunjukan bahwa Monreal memiliki kepercayaan diri dan misi bermain yang baik. Setelah itu, monreal bermain tampa cacat. Statistik permainannya pun turut meningkat.

3

Di sisa pertandingan musim ini, kepercayaan dan kesabaran Wenger terbayar lunas. Selain konsistensi Gibbs yang semakin meningkat karena menemukan pesaing yang sebanding, Wenger juga menemukan bahwa Monreal sudah lebih dari bisa diandalkan untuk mengisi sisi kiri pertahanan Arsenal. Kini, Wenger boleh tersenyum dan mengagumi “pacar barunya” tanpa harus merasakan pahit kembali “putus”. Dengan peningkatan dan kerja keras Monreal untuk menjadi lebih baik lagi, harapannya tentu Gooners seluruh dunia tidak akan mendengar  “Andre Santos Jilid II….. semoga.

#COYG

Catatan:

*Grafik pemain diambil dari Squawka

Comments

3 thoughts on “Menghapus “Andre Santos Jilid II””

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *