Fragmen Kemungkinan: Menjelang Arsenal v Liverpool

Menjamu Liverpool, Arsenal harus dapat mencetak gol dan membunuh laga dengan cepat. Sebuah kemenangan dari lawan yang di atas kertas “sejajar” tentu akan jadi modal manis menjalani musim ini.

Premier League pekan ketiga, Arsenal akan menjamu Liverpool di Emirates Stadium. Musim lalu, Arsenal berhasil mengalahkan Liverpool dengan skor mencolok, 4-1. Musim ini, Liverpool sudah banyak berbenah. Apakah Arsenal mampu mengulangi skor identik pada Selasa dini hari? Atau Liverpool mampu memberikan kejutan dan mencuri poin di Emirates?

Liverpool mendatangkan beberapa pemain untuk upgrade beberapa posisi. Nathaniel Clyne didatangkan untuk mengisi pos bek kanan. James Milner menjadi pilihan utama untuk sektor gelandang. Sementara itu, Christian Benteke menjadi ujung tombak yang baru. Ketiga pemain tersebut selalu menjadi pilihan utama di dua laga Liverpool sebelumnya, yaitu melawan Stoke City dan Bournemouth. Bergabungnya beberapa pemain baru memberi banyak kemungkinan bagi Liverpool. Beberapa hal dapat berpotensi menyulitkan Arsenal, beberapa hal bisa menjadi keuntungan.

Fragmen Ancaman: Second Ball Liverpool

Babak pertama ketika dijamu Stoke City, penulis mencatat kiper Liverpool, Simon Mignolet melepaskan 3 long ball ke arah Benteke. Dua percobaan berhasil dan menjadi peluang, sedangkan satu percobaan gagal. Liverpool mencoba mengeksploitasi keunggulan postur dan fisik Benteke dengan long ball.

1

Benteke berhasil memenangi duel melawan dua pemain Stoke yang juga mempunyai fisik kokoh. Bola flick ke arah belakang berhasil dikejar Lallana dan sebuah peluang tercipta. Artinya, kemungkinan dan opsi serangan ini memang sudah dirancang. Selain “memangkas lapangan”, long ball dan second ball akan sangat berbahaya apabila diterapkan untuk lawan yang minor secara postur. Ya, Arsenal misalnya.

Meskipun rata-rata aerial duel Arsenal cukup baik ketika melawan Crystal Palace, kehadiran Benteke akan sangat berbahaya. Second ball yang dimenangi Liverpool akan melahirkan beberapa kemungkinan berantai lainnya yang jelas membahayakan Arsenal.

Kemungkinan pertama, jika Liverpool memenangi second ball di area #6, setidaknya ada tiga kejadian sebagai efek berantai, (a) Coutinho atau Lallana akan mendapatkan akses one-on-one dengan salah satu Koscielny atau Mertesacker, (b) Coutinho atau Lallana mendapatkan akses untuk tembakan jarak jauh, dan (c) Coutinho atau  Lallana masuk ke space yang ditinggalkan Koscielny atau Mertesacker untuk meladeni Benteke di area #6.

Kemungkinan kedua, ketika Benteke memenangi duel udara di half-space atau sisi lapangan, terutama di pos Monreal. Sejak melawan Chelsea di Community Shield hingga Crystal Palace di pekan kedua Premier League, space antara Monreal dan Koscielny sering diksploitasi lawan. Salah satu antara Coquelin dan Cazorla sebagai pemain terdekat dengan space tersebut dituntut untuk aware dan aktif. Namun, baik Coquelin maupun Cazorla tidak selalu  disiplin melakukannya. Kondisi-kondisi seperti ini rentan dimanfaatkan Liverpool dengan bola-bola direct menggunakan keunggulan fisik Benteke. Patut dicatat, Jordon Ibe yang banyak hugging the line sudah cukup nyetel dengan Clyne. Ketika melawan Bournemouth, Ibe bergeser ke kiri dan Coutinho bermain di sisi kanan. Kombinasi Coutinho dan Clyne juga menunjukkan prospek berbahaya untuk Arsenal. Jika berhasil “memangkas lapangan” dan memenangi second ball di area ini, pemain Liverpool akan mendapatkan akses masuk ke kotak penalti.

Arsenal sebenarnya punya pengalaman dengan keadaan serupa, yaitu di Final FA ketika Benteke masih bermain untuk Aston Villa. Duel udara memang beberapa kali dimenangi Benteke, namun timing untuk intercept terhadap second ball cukup baik sehingga ancaman berhasil diredam.

Fragmen Keuntungan: Potensi Pesta Ruang

Duet James Milner dan Jordan Henderson selalu menjadi pilihan utama bagi Liverpool di dua laga terakhir. Henderson lebih banyak beredar di area #6, sedangkan Milner lebih membantu menyediakan diri sebagai opsi passing untuk Lallana, Coutinho, dan Ibe. Ketika melawan Stoke City, Lallana banyak bergeser ke tengah dan membentuk formasi tiga gelandang bersama Milner dan Henderson. Coutinho narrow di pos sebelah kiri dan Ibe melebar di kanan. Meskipun menumpuk tiga gelandang plus Coutinho yang terkadang turun ke area #8, lini tengah Liverpool “tak rapat-rapat amat”. Beberapa kali tercipta celah di antara gelandang, yang dapat dimanfaatkan Arsenal. Kemungkinan ini hampir serupa ketika Arsenal membantai Liverpool musim lalu di mana banyak tercipta ruang di sekitar area #6 (gol Alexis dan Giroud) dan di antara bek sentral Liverpool.

3

Milner, Henderson, dan Lallana beberapa kali berdiri flat sejajar sehingga ruang di belakang Henderson (area #6) tidak ter-cover dengan baik. Beberapa kali juga ketiga gelandang tersebut membentuk kompaksi segitiga di mana Henderson berdiri di area #6. Meskipun tujuannya untuk meng-cover wilayah yang cukup luas di sekitar area #6 dan #8, ketiga pemain tidak menunjukkan koordinasi yang baik.

2

Gambar di atas terjadi ketika Joe Gomes, bek kiri Liverpool out of position dan wilayahnya harus di-cover Lovren. Melebarnya Lovren tidak direspons dengan cepat oleh Henderson sebagai pemain terdekat. Akibatnya, Marco van Ginkel mendapatkan space yang cukup lebar di antara kedua bek sentral. Beruntung, kondisi ini tidak menjadi gol bagi Stoke City.

4

Gambar di atas adalah petikan dari laga Liverpool menjamu Bournemouth. Satu menit laga berjalan, Henderson langsung out of position dan tidak di-cover oleh Milner. Jika gelagat Milner adalah membayangi pemain Bournemouth, maka pilihan tersebut menjadi pilihan yang salah karena Clyne sudah melakukan hal serupa. Kemungkinan situasi ini dapat dimanfaatkan Ozil dan Alexis yang bergerak ke dalam. Jika situasi ini memang jamak terjadi bagi Liverpool, maka Arsenal akan “berpesta ruang” dan skor mencolok musim lalu bisa saja terulang.

Pilihan Bagi Liverpool

Di babak kedua, baik ketika melawan Stoke City maupun Bournemouth, Liverpool selalu memasukkan Emre Can sebagai pemain yang mengisi area #6. Henderson dan Milner bergantian meng-cover area #8 dan lini tengah Liverpool sedikit lebih rapat. Kemungkinan ini akan menjadi pilihan yang bijak bagi Liverpool ketika dijamu Arsenal. Setelah menggantikan Lallana, Can dapat mengisi area #6 dan menutup beberapa space kosong yang sering menjadi kelemahan Liverpool.

5

Keberadaan Can membuat Henderson lebih nyaman untuk bergerak ke depan. Namun, meskipun area #6 sudah di-cover oleh Can, posisi Milner dan Henderson ketika bertahan masih kurang menguntungkan untuk Liverpool. Dari gambar di atas terlihat Milner terlambat untuk turun sehingga pemain Stoke dengan leluasa masuk ke sudut mati Emre Can. Situasi ini dapat dimanfaatkan Arsenal ketika Emre Can masuk di babak kedua.

6

Babak kedua melawan Bournemouth, Emre Can masuk menggantikan Henderson. Berbeda dengan Henderson yang lebih ke box-to-box, Can lebih statis dan menyediakan diri meng-cover sudut mati gelandang-gelandang serang. Keberadaan Can memudahkan Liverpool memutus serangan Bournemouth sekaligus dalam beberapa kesempatan menjadi sumbu transisi menyerang. Melawan Arsenal, kemungkinan memainkan empat gelandang dalam diri Milner, Henderson, Lallana, dan Can akan lebih ideal. Henderson akan lebih terbantu dengan keberadaan Can sementara Milner dan Lallana akan lebih leluasa membantu Coutinho dan Benteke.

Musim lalu, ketika kalah dari Arsenal, Can bermain sebagai bek sentral sebelah kanan dan bek sayap kanan. Posisi ini kurang ideal bagi Can sehingga dirinya kesulitan ketika harus berhadapan dengan Ozil dan Alexis. Digesernya Can ke area #6 (posisi ideal dirinya) membuat Arsenal akan menemui hal baru dari sistem pertahanan Liverpool. Pilihan ini juga bijak karena Henderson sendiri bukan tipe gelandang bertahan yang aware dengan space di sekitarnya (setidaknya di dua laga awal Liverpool).

Catatan

Jika turun dengan Henderson dan Milner sebagai poros ganda, Liverpool akan menemui banyak masalah terutama dalam hal covering the space di area yang cukup luas. Lallana yang sering masuk ke area #8 dan membentuk tiga gelandang bersama Henderson dan Milner tidak memberikan dampak signifikan dalam sistem pressing. Kemungkinan ini akan menjadi sasaran empuk bagi Ozil dan Ramsey, sama seperti musim lalu ketika mentas di Emirates. Bagi Arsenal, keberadaan space di sekitar area #6 dan #8 merupakan berkah tersendiri.

Jadi, jika Liverpool turun dengan skema yang sama, Arsenal harus mampu mencetak gol cepat. Masuknya Can di babak kedua akan sedikit menyulitkan Arsenal mengeksploitasi space di area #6 dan #8. Meskipun, sekali lagi, tidak mengubah sistem pressing Liverpool yang cenderung “longgar”. Kemungkinan ini bisa dibilang penyakit klub-klub Inggris secara keseluruhan, tidak terkecuali Arsenal.

Tulisan ini hanya menyajikan satu aspek kemungkinan yang mungkin terjadi. Tentu akan banyak kemungkinan yang akan muncul menyusul variasi yang “mungkin” disajikan kedua pelatih.

#COYG

Comments

One thought on “Fragmen Kemungkinan: Menjelang Arsenal v Liverpool”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *