Kembalinya Aaron Ramsey dan Pilihan Joel Campbell

Sepak bola selalu soal pilihan. Ketika satu sisi dipilih, sisi yang lain kudu mengalah dan akhirnya hanya dapat menunggu. Kembalinya Ramsey patut disyukuri. Namun, bagaimana dengan nasib Joel Campbell? Kembali menjadi penghuni bangku cadangan?

Selain kemenangan penting, laga melawan Dinamo Zagreb juga diwarnai dengan kembali Aaron Ramsey. Gelandang asal Wales tersebut sudah absen hampir 1 bulan lantaran cedera kala menjamu Bayern Munich di ajang Liga Champions. Penulis sempat khawatir melihat Ramsey diturunkan karena pertama, fakta bahwa ia baru saja sembuh dari cedera. Kedua, sempat tersiar kabar bahwa Ramsey bakal absen ketika menjamu Zagreb yang artinya si pemain belum mencapai kebugaran yang ideal. Well, untungnya cedera Ramsey tidak kambuh dan bisa mengakhiri laga dengan mulus.

Kembalinya Ramsey patut disyukuri. Kehadirannya memberi warna berbeda, misalnya terkait pergerakan tim ketika menyerang, sekaligus memengaruhi pilihan taktik yang digelar Arsene Wenger. Satu masalah yang perlu dipikirkan muncul, yaitu keberadaan Joel Campbell yang sejak Ramsey cedera, selalu dipercaya bermain di sisi kanan. Tugas kedua pemain di atas lapangan cukup berbeda, salah satunya kecenderungan Joel Campbell untuk lebih berada di sisi lapangan dan melakukan gerakan menusuk masuk ke kotak penalti, sedangkan Ramsey lebih narrow dan mengokupansi wilayah half-space. Keberadaan Ramsey juga membuat Arsenal bisa bermain dengan sistem 3 gelandang bersama Santi Cazorla dan Francis Coquelin atau Mathieu Flamini.

Dari penjelasan singkat di atas tampak bahwa Ramsey lebih mampu memberikan warna yang beragam dalam sistem Arsenal. Ramsey juga lebih stabil dalam memberikan cover kepada Hector Bellerin atau dua gelandang, yaitu #8 yang biasanya diisi Cazorla, dan #6 yang diemban Coquelin atau Flamini. Nah, melihat aspek tersebut, posisi Joel Campbell tentu terancam lantaran sisi kanan lapangan akan menjadi milik Ramsey dengan corak box-to-box. Oleh sebab itu, tulisan ini akan sedikit memberikan gambaran (boleh disebut pilihan taktik untuk Wenger) di atas lapangan.

Pilihan 1: Joel Campbell sebagai striker

Ingat, saat ini Arsenal hanya memiliki Oliver Giroud sebagai pemain dengan darah striker murni. Theo Walcott belum akan kembali sebelum tanggal 5 Desember. Menyerahkan tanggung jawab menggedor jala lawan di pundak Giroud seorang mungkin terlalu berat. Oleh sebab itu, Joel Campbell bisa ditempatkan sebagai ujung tombak. Toh, pemain asal Kosta Rika tersebut memang lebih fasih bermain sebagai striker atau second striker, seperti yang ia peragakan bersama tim nasional di Piala Dunia 2014 yang lalu. Berikut bentuk formasi di atas kertas:

1

Berposisi di half-space sebelah kanan lapangan memberikan Joel Campbell kesempatan untuk mengirim umpan diagonal (seperti terlihat pada gol kedua Alexis Sanchez ke gawang Dinamo Zagreb), merangsek masuk ke depan atau ke dalam kotak penalti, melepaskan tembakan ke tiang jauh dari area ideal, dan melakukan kombinasi dengan Ramsey atau Bellerin. Kecepatan Joel Campbell juga mampu dimaksimalkan untuk serangan balik. Komposisi Joel Campbell-Alexis-Ozil-Ramsey akan menghadirkan pertunjukkan kecepatan dalam hal individu dan arus perputaran bola. Bentuk ini menunjukkan hasil positif kala menjamu Manchester United dengan Theo Walcott sebagai ujung tombak. Dengan Joel Campbell sebagai striker, Arsenal bisa bermain dengan pola 4-3-1-2, 4-4-2 narrow, 4-2-3-1, bahkan 4-3-3.

Pilihan 2: Joel Campbell tetap bermain di sisi kanan

Jika pembaca menyimak babak kedua laga melawan Dinamo Zagreb ketika Ramsey masuk menggantikan Giroud, Wenger mendorong Alexis lebih ke depan. Ramsey, yang bermain di tengah, bermain sebagai box-to-box dengan fokus membantu gelandang dan masuk ke kotak penalti lawan. Sementara itu, Joel Campbell tetap bermain di sisi kanan. Alexis diizinkan untuk tidak terlibat dalam proses bertahan Arsenal dan lebih banyak berposisi di half-space sebelah kiri dan menjadi kanal serangan balik.

2

Di sisi kanan, Joel Campbell sering turun lebih dalam untuk membantu Bellerin dan beberapa kali narrow masuk zona #6 untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain ketika bertahan. Ketika Arsenal mendapatkan kesempatan menyerang balik, Joel Campbell banyak melakukan running from behind dan sesekali menyusuaikannya dengan timing lari Ramsey. Pilihan ini bisa dimaksimalkan dengan kemampuan Joel Campbell berlari dan melakukan cut-inside, baik untuk memindahkan penguasaan bola ke sisi lapangan yang lain atau masuk ke daerah berbahaya lawan. Kecepatan Joel Campbell juga dapat dimaksimalkan untuk mengisi area yang ditinggalkan Ramsey. Jadi, akan ada dua pemain yang punya kemampuan coming from behind (Ramsey dan Joel Campbell) dan keduanya juga punya naluri mencari peluang.

Catatan

Dua pilihan singkat di atas bisa berlaku ketika Giroud diistirahatkan dan dilakukan rotasi di lini depan. Keunggulan yang ditawarkan dari dua pilihan di atas adalah Arsenal dapat mengeksploitasi kecepatan pemain baik soal berlari dan soal manajemen ruang (yang mana Arsenal masih belum maksimal) ketika serangan balik. Selain itu, Arsenal juga mempunyai banyak opsi pemain yang bisa masuk ke kotak penalti tanpa “memarkirkan” pemain sebagai tembok (lebih fluid).

#COYG

 

Comments

One thought on “Kembalinya Aaron Ramsey dan Pilihan Joel Campbell”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *