Bagaimana Arsenal Bermain Tanpa Alexis Sanchez dan Santi Cazorla?

Selain hasil kurang memuaskan di kandang Norwich City, Arsenal harus kehilangan Alexis Sanchez dan Santi Cazorla. Dua pemain andalan di masing-masing lini tersebut harus menepi karena cedera. Masuk ke bulan Desember dan kehilangan dua pemain penting, bagaimana wajah Arsenal nanti?

Alexis Sanchez diperkirakan akan absen selama tiga minggu karena cedera hamstring. Sementara itu, Santi Cazorla dirumorkan kudu menjalani penyembuhan hingga tiga bulan lantaran cedera lutut (sampai tulisan ini diangkat belum ada konfirmasi resmi dari Arsenal). Kehilangan kedua pemain pasti akan terasa bagi Arsenal, terutama dari line-up dan cara bermain.

Perkiraan wajah line-up

Melihat sumber daya manusia yang ada, Alex Oxlade-Chamberlain dapat dicoba mengisi sisi kiri yang biasa dihuni Alexis Sanchez. Sisi kanan dapat dipercayakan kepada Joel Campbell. Sementara itu, Aaron Ramsey dikembalikan ke posisi dan tugas favoritnya sebagai gelandang sentral (box-to-box).

7

Melihat banyaknya pemain yang berada di ruang perawatan, maka bisa dikatakan line-up di atas adalah susunan terbaik yang bisa Arsenal tampilkan saat ini. selepas tanggal 13 Desember 2015, Jack Wilshere dan Theo Walcott akan kembali ke skuat. Kedua pemain asal Inggris tersebut bisa memberikan variasi lebih dan mengubah pendekatan secara taktikal. Namun, sekali lagi, kita harus puas dengan line-up di atas.

Selain line-up di atas, dan jika Arsene Wenger berani mengambil risiko, nama Jeff Reine-Adelaide bisa dimasukkan dalam susunan pemain. Wonderkid asal Perancis ini sudah beberapa kali masuk dalam tim dan duduk di bangku cadangan. Sayang, situasi di atas lapangan membuat Wenger tidak berani mengambil risiko memberikan debut kepada Reine-Adelaide.

Jika pembaca masih ingat, Reine-Adelaide pernah mencuri panggung di ajang Emirates Cup awal musim ini. Ketika menang tipis atas Wolfsburg dengan skor 1-0, Reine-Adelaide menjadi arsitek gol yang dicetak Walcott. Pada babak pertama laga tersebut, Reine-Adelaide bermain di sisi kiri. Beberapa kali, pergerakan dengan bolanya menyulitkan bek kanan lawan. Reine-Adelaide juga sudah menunjukkan level percaya diri yang tinggi. Di babak kedua, Reine-Adelaide diberi kesempatan dan keleluasaan untuk bermain lebih ke tengah. Bermain di tengah membuat dimensi permainanya menjadi lebih luas, terbukti dengan umpan terobosan yang ia kirim untuk Walcott. Kini, dengan terbatasnya sumber daya manusia, apakah Wenger berani menurunkan Reine-Adelaide?

9

Seperti yang sudah disinggung di atas, Reine-Adelaide dapat diberi kebebasan untuk bergerak ke tengah. Situasi ini bisa dimanfaatkan untuk bertukar tempat dengan Mesut Ozil. Situasi ini akan menambah variasi serangan dan tidak melulu mengekspoitasi sisi lapangan saja. Reine-Adelaide mempunyai kreativitas cukup dan masih akan berkembang untuk menjadi playmaker. Bermain lebih sering bersama Ozil akan memberinya keuntungan. Cederanya Alexis Sanchez bisa menjadi blessing in disguise untuk Reine-Adelaide.

Perubahan pendekatan

Chamberlain dan Joel Campbell di sisi lapangan jelas akan memberikan corak permainan yang berbeda dibandingkan Alexis Sanchez dan Ramsey. Oleh sebab itu, pendekatan yang diambil tentu juga berbeda. Memang, sedikit banyak Chamberlain bisa memerankan peran Alexis di sisi kiri. Misalnya, berani merangsek ke kotak penalti lawan (cut inside), menahan bola dan menunggu bek kiri naik membantu penyerangan, hingga mengirim umpan silang. Satu aspek positif lain yang ada di diri Chamberlain adalah keberaniannya melepas sepakan jarak jauh. Dari posisinya di half-space kiri, Chamberlain akan menemukan sudut yang baik untuk melepas tembakan. Masalah akurasi dan kesempatan harus ia perkirakan dengan matang. Begitu juga dengan pilihan memberikan umpan. Alasannya, sepak bola ada soal pengambilan keputusan. Hal ini yang terkadang menghambat build-up Arsenal.

8

Perhatikan grafis di atas. Posisi Chamberlain sangat ideal untuk melepas tembakan atau membagi bola. Masalah terbesar adalah tim harus mampu menciptakan situasi tersebut. Melihat cara bermain sejauh ini, Alexis beberapa kali menemukan situasi tersebut. Saat melawan Dinamo Zagreb, Alexis memberikan umpan silang kepada Ozil dan berbuah gol. Ketika dijamu Leicester City, pemain bernomor punggung 17 tersebut menemukan ruang terbuka di half-space kiri setelah berkelit dari pemain lawan. Alexis berani melepas tembakan dan terjadi gol. Situasi inilah yang akan ideal untuk Chamberlain. Sekali lagi, masalah utama terletak di kemampuan tim menciptakan situasi yang sama dan pengambilan keputusan dari si pemain sendiri.

Terkait penciptaan situasi, selama ini Arsenal bergantung kepada kemampuan playmaking Cazorla dari pertahanan sendiri dan dikolaborasikan dengan pemikiran Ozil di sepertiga lapangan lawan. Kedua pemain tersebut sudah mengenali dan akrab dengan kemauan dan pergerakan Alexis. Ketika Alexis dan Cazorla tidak ada, ada satu pendekatan yang bisa dipikirkan Wenger. Pendekatan yang dimaksud adalah mengurangi waktu penguasaan bola dan sesegera mungkin mengalirkan bola ke depan, terutama ke ruang di mana Chamberlain mampu memaksimalkan kelebihannya. Hal ini juga berlaku untuk sisi lapangan yang lain tempat Joel Campbell berada.

Oliver Giroud sendiri tidak mempunyai kecepatan untuk terlibat sangat aktif dalam pergerakan cepat ini. Striker asal Perancis tersebut dapat berperan sebagai tembok bagi Ozil sebelum menyebarkan bola ke arah yang memungkinkan. Pergerakan Giroud yang turun ke area #8 akan memberikan kesempatan kepada Ramsey untuk naik membantu serangan. Daya jelajah Ramsey dan kecepatan dua pemain di sisi lapangan akan menjadi kunci. Laga melawan Manchester United dapat memberikan pembaca gambaran bagaimana Arsenal mengalirkan bola sesegera mungkin.

Situasi ideal untuk Joel di sisi kanan boleh dikatakan hampir serupa dengan situasi ideal untuk Chamberlain. Inverted winger seperti Chamberlain dan Joel Campbell akan menemukan situasi paling ideal ketika berada di half-space, memegang bola di kaki terkuat, dan diberikan opsi untuk melakukan aksi. Hal ini sudah dibuktikan Joel Campbell ketika melawan Dinamo Zagreb dan Swansea City. Kembali, penciptaan situasi dan pengambilan keputusan dari sang pemain akan sangat vital.

Beberapa penyesuain

Line-up di atas menggunakan skema 4-2-3-1. Melihat komposisi di atas, Arsenal masih bisa mengubah skema ke 4-1-4-1 atau 4-3-3 dengan beberapa penyuasaian dan tergantung jenis lawan yang akan dihadapi. Pada skema 4-2-3-1, dua pemain di tengah (#6 dan #8) yang bakal diisi Flamini atau Chambers (apabila diberi kesempatan) dan Ramsey harus meng-cover wilayah yang cukup luas. Hal ini menjadi imbas berkurangnya pemain di lini tengah. Apalagi, penguasaan ruang yang ditunjukkan Arsenal masih belum ideal. Banyaknya ruang di lini tengah akan menjadi musuh alami sebagai akibat cara bermain Arsenal. Terutama apabila berurusan dengan counter lawan atau ketika bertemu lawan yang mampu mengeksploitasi ruang di antara bek dan gelandang bertahan.

Masalah tersebut akan “sedikit” tereduksi apabila Arsenal menggelar skema 4-1-4-1 atau 4-3-3. Keberadaan gelandang bertahan yang statis di dua skema ini “setidaknya” memberi Arsenal satu pemain tambahan ketika lawan memulai transisi serangan. Satu pemain yang mengokupansi wilayah #6 berperan melindungi ruang idel di depan para bek.

10

Dengan bentuk 4-1-4-1, lini tengah secara otomatis terisi tiga pemain, yaitu Ozil, Ramsey, dan Flamini. Situasi ini akan sekidit memberi keuntungan jumlah pemain di lini tengah sekaligus ada pemain yang melindungi area #6. Seperti kita ketahui, selepas ditinggal Coquelin, ruang ini tidak ter-cover dengan baik. Jika boleh jujur, Flamini pun tidak bisa berbuat banyak ketika Arsenal ditahan imbang Norwich City akhir pekan lalu. Oleh sebab itu, keunggulan jumlah pemain di sekitar area #6 dan #8 setidaknya memberi Arsenal keuntungan.

Dalam skema ini, Ozil dan Ramsey juga bisa dengan mudah menemukan Chamberlain atau Joel Campbell di sisi lapangan. Aliran bola cepat dapat dilakukan ketika terdapat pemain di setiap ruang dan antarlini. Ketiadaan Cazorla harus diakali dengan memangkas waktu penguasaan bola sekaligus secepatnya menempati sepertiga lapangan lawan. Kecepatan Chamberlain dan Joel Campbell diharapkan mampu membuat pendekatan ini berjalan dengan baik.

Catatan  

Ketika melawan tim-tim yang lebih cenderung untuk bertahan, baik Chamberlain, Joel Campbell, atau Ramsey harus berani melepas tendangan jarak jauh. Menyebarkan umpan lalu mencoba melakukan crossing akan sedikit merugikan karena praktis hanya Giroud dan Ramsey yang mampu diharapkan menyambut umpan silang. Di situasi tertentu, mungkin hanya akan ada Giroud yang berada di kotak penalti lawan.

Masih banyak kemungkinan lain yang mungkin terpikirkan Wenger untuk menutup lubang yang ditinggal Alexis dan Cazorla. Setidaknya, artikel ini bisa menjadi gambaran bahwa Arsenal tetap mampu membahayakan gawang lawan, jika bermain sebagai sebuah tim.

#COYG

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *