Appetizer: Jelang Arsenal v Manchester City

Bertepatan dengan hari Ibu waktu Indonesia, Arsenal akan menjamu Manchester City di Emirates Stadion. Apa yang perlu diperhatikan Arsenal, terutama untuk mencegah City mendulang peluang?

Tim asuhan Manuel Pellegrini tersebut sudah akan diperkuat Sergio Aguero. Sementara itu, kondisi David Silva pun akan semakin membaik pascacedara. Jika ditambah Kevin de Bruyne, maka armada Arsenal dipastikan harus ekstra waspada. Sementara itu, The Gunners kemungkinan sudah akan diperkuat Alexis Sanchez. Meskipun peluang bermainnya kecil, kabar ini tentu cukup melegakan.

Perkiraan Susunan Pemain

Seperti yang disinggung di atas dan ditambah kabar terbaru dari premierinjuries.com, kubu City kemungkinan sudah akan diperkuat trio Vincent Kompany, Pablo Zabaleta, dan Sergio Aguero. Ketiganya dijadwalkan akan kembali pada tanggal 21 Desember 2015 atau satu hari sebelum laga. Untuk Arsenal, Mikel Arteta dan Alexis Sanchez sama-sama akan menjalani pemeriksaan kesehatan akhir. Jika lolos, keduanya akan bisa dimainkan, meskipun mungkin belum akan ideal untuk 90 menit pertandingan. Begini perkiraan susunan pemain kedua tim.

1

Baik Arsenal maupun City kemungkinan akan menggunakan formasi dasar 1-4-2-3-1. Meskipun Alexis Sanchez disebut sudah akan kembali bermain, sisi kiri kemungkinan masih akan ditempati Theo Walcott. Penyerang asal Inggris tersebut masih belum mampu melahap 90 menit pertandingan. Oleh sebab itu, pergantian di babak kedua akan ideal, baik untuk Walcott maupun Alexis. Dua pemain di depan bek masih akan diisi Mathieu Flamini dan Aaron Ramsey. Meskipun sudah dinyatakan fit, masih akan cukup sulit melihat Arteta akan mengaawali laga sebagai pilihan utama.

Bagi City, kembalinya Aguero dan David Silva akan menambah variasi serangan. Di sisi kanan, De Bruyne akan bermain sejak awal setelah diistirahatkan kala City mengalahkan Swansea City pada akhir minggu lalu. Untuk barisan bek, jika dinyatakan fit, Kompany berpeluang bermain sejak awal. Hal yang sama juga akan berlaku untuk pos bek kanan apabila Zabaleta. Posisi bek kiri kembali akan menjadi milik Aleksandar Kolarov yang juga tidak bermain di akhir minggu yang lalu. Selebihnya, susunan pemain kedua tim tidak akan banyak berubah.

Flamini, Ramsey, dan Zona 5

Meladeni City, double pivot Arsenal, yaitu Flamini dan Ramsey harus sangat waspada dengan pergerakan De Bruyne, David Silva, Raheem Sterling, dan Aguero. Terutama, duet Flamini-Ramsey harus terus mengawasi zona 5. Perhatikan pembagian zona lapangan menurut Louis van Gaal di bawah ini.

3-18-zona-sepak-bola
Pembagian zona lapangan sepak bola oleh Louis van Gaal (Sumber: “Half-Space Sebagai Ruang Strategis Dalam Sepak Bola (Bagian 1)“).

Begini, Ramsey jelas akan bermain sebagai box-to-box dan Flamini berperan sebagai jangkar. Keduanya tidak selalu bermain sejajar dan kerapatannya terjaga, apalagi apabila Ramsey terlanjur naik membantu penyerangan dan terlambat turun ketika transisi bertahan. Ketika bermain menggunakan bentuk 1-4-2-3-1, Arsenal selalu bermasalah dengan serangan balik atau bertemu dengan tim yang mampu mengokupansi ruang dengan baik. Nah, masalah tersebut semakin nampak ketika Arsenal bermain dengan double pivot, dengan salah satu pemain tidak mampu menjaga bentuk dasar. Dengan kata lain, ketika salah satu pemain (atau keduanya) keluar dari posisi idealnya dan membiarkan zona 5 tanpa penjagaan.

2

Perhatikan grafis di atas. Melawan Aston Villa pada menit 03:32, Ramsey dan Flamini sempat kehilangan momentum perebutan bola. Akibatnya, bola berhasil dikuasi pemain Villa (1). Ruang di depan bek terbuka selama beberapa detik dan pemain Villa memanfaatkannya (2). Ketika berada dalam kejadian kedua ini, Joel Campbell berlari turun dan mengisi ruang di depan bek (zona 5). Oleh sebab itu, bola tidak sempat dikirim ke ruang di belakang Bellerin dan dioper ke pemain yang berada si sisi lapangan (3).

Arsenal beruntung karena pemain-pemain Villa gagal memanfaatkan momen yang terjadi sangat cepat ini. Ada dua hal yang menggagalkan Villa memanfatkan momen ini. Pertama, pada kejadian kedua, pemain Villa sempat mengontrol bola dan memberi Joel Campbell kesempatan berlari turun. Kedua, pemain Villa di belakang Bellerin tidak berinisiatif melakukan cut inside, tapi justru melebar sambil berlari mundur.

Ketika menjamu City nanti, momen ini bisa sangat berbahaya apabila terjadi berulang kali. David Silva memiliki kemampuan sentuhan pertama yang cukup baik. Sementara itu, Aguero sangat mampu memanfaatkan ruang di belakang bek. Secepat apa pun Bellerin berlari, sprint jarak pendek yang awalannya sudah dimenangi Aguero akan berbahaya untuk Arsenal. Ditambah lagi, dalam momen di atas, Arsenal beruntung karena Joel Campbell tidak berdiri terlalu jauh dan memiliki kesempatan mundur. Maka bayangkan apabila Ramsey dan Flamini out of position dan tidak ada pemain yang meng-cover zona 5. Gol David Alaba ketika Bayern Munich menjamu Arsenal menjadi contoh yang bagus.

Selain menyoal keberadaan pemain yang mengawasi zona 5, baik Ramsey maupun Flamini harus waspada ketika menguasi bola di zona ini. Santi Cazorla punya kemampuan untuk keep the ball yang cukup baik di zona ini. Memang, Ramsey juga mampu “menguasi dan menahan” bola. Namun, berada dalam tekanan di zona berbahaya ini akan memberikan kesulitan yang  berbeda.

3.

Menit 17:20, Ramsey mendapatkan bola dari Monreal dan Arsenal masuk ke transisi menyerang. Ketika menerima bola dan membalikkan badan, ada dua pemain Villa yang datang menekan. Ramsey berusaha menahan bola dan mengatasi dua pemain Villa yang mencoba merebutnya. Namun, pemain asal Wales ini kehilangan kontrol karena tekanan dan justru kehilangan bola di wilayah berbahaya karena Villa dapat langsung masuk ke transisi menyerang dan dekat dengan gawang Arsenal.

4

Momen ini tidak boleh terjadi ketika menjamu City. Tidak perlu dijelaskan lagi apa yang bisa dilakukan pemain-pemain City ketika diberi kesempatan berdekatan dengan gawang Arsenal.

Pilihan Untuk Wenger

Bermain dengan skema dasar 1-4-2-3-1 memang akan membuat double pivot Arsenal terekspos, terutama ketika salah satu out of position. Situasi ini akan kerap terjadi ketika lawan melakukan serangan balik. Maka, pilihan untuk Wenger adalah menginstruksikan Flamini untuk lebih statis dan tidak gegabah ikut naik membantu serangan. Pilihan yang lebih krusial adalah menyoal Ramsey. Kehadirannya di lini tengah dan di zona 5 mungkin aka lebih krusial ketimbang kehadirannya di kotak penalti lawan. Oleh sebab itu, mengurangi porsi naik membantu penyerangan bagi Ramsey bisa menjadi pilihan.

Pilihan kedua adalah bermain dengan skema dasar 1-4-4-2 narrow seperti saat melawan Bayern Munich di Emirates. Dengan skema dasar ini, dua pemain di tengah akan lebih berdekatan dengan dua pemain di sisi lapangan. Harapannya, dua pemain di sisi lapangan bisa membantu dua pemain di tengah untuk meng-cover zona-zona berbahaya. Dengan pilihan pemain yang ada, maka susunannya menjadi seperti berikut:

5

Selain terlibat aktif saat menyerang, dua pemain di sisi lapangan juga harus menjaga kompaksi bersama dua pemain di tengah. Setidaknya, jarak yang terjaga akan mengurangi ruang yang dapat dimanfaatkan pemain-pemain depan City. Selain komposisi pemain yang memadai, bentuk dasar 1-4-4-2 juga sudah teruji ketika melawan Bayern. Jadi, apabila dieksekusi secara tepat, bentuk ini bisa menjadi pilihan yang aman.

Catatan

Kembali lagi, untuk mengimplementasikan taktik yang tepat dibutuhkan pemain yang mampu menjaga fokus selama 90 menit. City akan jelas berbeda ketimbang Sunderland dan Aston Villa. City mempunyai pemain yang dapat memanfaatkan kelengahan dan kesalahan yang dibuat pemain Arsenal di zona berbahaya. Focus is the key!

#COYG

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *