Side Dish: Ujian Konsistensi Joel Campbell

Joel Campbell direkrut Arsenal pada Agustus 2011 dari Deportivo Saprissa. Sayang, masalah dengan izin kerja membuatnya tidak dapat langsung memperkuat tim utama Arsenal. Akhirnya, Joel Campebll dipinjamkan ke Lorient.

Saat menginjak tahun 2012 pun Joel Campbell belum juga mendapatkan izin kerja dan akhirnya kembali dipinjamkan ke Real Betis. Pada tahun 2013, Joel Campebll akhirnya mendapatkan izin kerja di Inggris. Sayang, apa yang ada dipikiran Arsene Wenger bertolak belakang dengan keinginan Joel Campbell. Gagal menembus tim utama, Joel Campbell kembali dipinjamkan, kali ini ke Olympiakos. Joel Campbell kembali harus bersabar dan terus memperbaiki diri.

Berhasil membantu Olympiakos juara Liga Super Yunani serta menjadi bintang di Piala Dunia 2014 tidak menggaransi Joel Campbell otomatis menembus tim utama Arsenal pada musim 2014/2015. Masuknya Alexis Sanchez memaksa Joel Campbell hanya menjadi pilihan ketiga setelah Alexis dan Alex Oxlade-Chamberlain. Setelah setengah musim hanya menjadi penonton dari bangku cadangan, Joel Campbell kembali dipinjamkan. Kali ini, Joel Campbell dipinjamkan ke Villarreal. Separuh musim bersama Villarreal, Joel Campbell bermain 16 kali dan hanya menciptakan 1 gol.

Berkaca dari hasil tersebut dan tidak adanya tanda-tanda Wenger akan memberikan kepercayaan kepada Joel Campbell, saya sempat berasumsi bahwa Joel Campbell sudah habis di Arsenal. Isu penjualan Joel Campbell pun bermunculan, banyak klub yang dikabarkan tertarik. Tapi, kembali hanya Wenger dan Tuhan yang tahu.

Secara “mengejutkan”, Wenger tidak menjual Joel Campbell. Entah Karena tidak ada peminat atau Wenger mulai percaya kepada pemuda asal Kosta Rika ini. Awal musim baru, Joel Campbell belum juga mendapatkan menit bermain. Terhitung 10 pertandingan awal, Joel Campbell hanya berada di bangku cadangan. Namun, sejak badai cedera datang, Joel Campbell mulai mendapatkan kepercayaan untuk merumput.

Pada pekan ke-11, Joel Campbell memulai debutnya di liga kala menghadapi Swansea City. Hebatnya, Joel Campbell menjadi aktor kemenangan dengan sumbangan 1 gol dan dapat menyatu dengan sistem yang ada. Berikut data statistik dari Joel ketika menghadapi Swansea:

1

2

3

4

Melihat data tersebut, saya merasa bersalah ketika mengatakan Joel Campbell sudah habis di Arsenal. Joel Campbell menunjukan bagaimana dia benar-benar memanfaatkan kesempatan. Malam itu, Joel Campbell berhasil memuaskan Wenger.

Kita lanjut dengan pekan ke-12 di mana Arsenal menghadapi Tottenham Hotspur. Joel Campbell kembali masuk line-up dan saya kembali tersenyum. Kembali sayang, harapan tinggal harapan, Joel Campbell bermain buruk. Saya kecewa dan pikiran Joel sudah habis di Arsenal kembali menyeruak. Arsenal gagal meraih angka penuh kala itu. Bahkan, Arsenal bermain sangat buruk di babak pertama. Hasil kurang maksimal tersebut memang bukan salah Joel Campbell seorang. Namun, harusnya Joel Campbell bisa memberikan warna berbeda karena dia harus terus memuaskan Wenger. Malam itu, Wenger kecewa.

Pekan ke-,13 Arsenal harus bertandang ke markas West Bromwich Albion. Joel Campbell, yang dipertandingan sebelumnya tidak bermain baik harus rela kembali ke tempat yang pasti tidak nyaman untuk seorang pemuda yang sudah bekerja keras pada sesi latihan. Pukulan telak bagi kepercayaan diri Joel Campbell setelah Wenger lebih percaya kepada Kieran Gibbs yang notabene seorang bek sayap.

Memang, Gibbs berhasil menyelamatkan Arsenal dari kekalahan ketika menjamu Spurs. Namun, lebih mempercayai bek sayap dibanding seorang gelandang serang membuat Joel Campbell seperti dipukul dengan keras. Joel Campbell boleh kecewa, tapi dia harus terus memperbaiki diri dan meningkatkan kemampuanya. Dijamu WBA, The Gunners sempat unggul, walau pada akhirnya sebelum babak pertama berakhir, Arsenal kecolongan 2 gol mudah.

Wenger kembali memberikan kepercayaan kepada Joel Campbell untuk memberikan perubahan warna Arsenal. Joel Campbell masuk menit 63 menggantikan Gibbs. Sayang, Joel Campbell tidak dapat berbuat banyak. Malam itu, keyakinan bahwa Joel Campbell sudah habis di Arsenal semakin menebal. Wenger lagi-lagi dikecewakan.

Selanjutnya pada pekan ke-14, Arsenal bertandang ke kandang Norwich City. Pulihnya Aaron Ramsey membuat kesempatan Joel Campbell bermain semakin pudar. Setelah pada pekan sebelumnya digantikan oleh seorang bek sayap, kali ini Joel Campbell harus rela tempatnya diisi Ramsey. Joel Campbell kembali duduk di bangku cadangan.

Pada laga itu, Singa Arsenal jatuh dan cedera, Wenger pun “dipaksa” memasukan Joel Campbell pada menit 60. Kedudukan pada waktu itu 1-1, Arsenal butuh gol. Wenger memilih Joel Campbell untuk memberikan semua kemampuan terbaiknya. Tapi, kembali Joel Campbell gagal tampil baik. Joel kembali membuat Wenger kecewa. Joel sudah habis di Arsenal?

Arsenal memasuki pekan ke-15 dengan kondisi skuat yang tipis. Tanpa Alexis, Theo Walcott, dan Santi Cazorla, Wenger harus memainkan Joel Campbell dan Chamberlain di sisi lapangan. Arsenal menghadapi Sunderland dan saya terkejut dengan persembahkan Joel Campbell. Dia seperti pemain berbeda. Joel Campbell berusaha memberikan senyuman buat Wenger dan Gooners sedunia. Satu gol yang dia ciptakan membantu Arsenal menang dan saya mulai lupa dengan “Joel sudah habis di Arsenal”. Wenger akhirnya terpuaskan kembali.

Setelah pekan ke-15, Arsenal dijamu Aston Villa. Joel Campbell kembali menjadi starter bersama Walcott yang baru pulih. Semangat untuk melihat aksi dari Joel Campbell pun memuncak. Kepercayaan diri Joel Campbell nampak meningkat setelah dipercaya menjadi pilihan pertama. Joel Campbell memang tidak terlibat secara langsung pada dua gol Arsenal. Namun, kontribusi Joel Campbell sangat terlihat, terlebih ketika Arsenal dalam tekanan. Joel Campbell rajin melakukan tracking back dengan cepat dan pertahanan Arsenal terbantu. Wenger kembali tersenyum dan puas. Joel sudah habis di Arsenal? Tidak!

Pekan ke-16 adalah laga besar bagi Arsenal. Menghadapi Manchester City, Arsenal harus mentas dengan daftar cedera yang masih panjang. Joel Campbell kembali starter dan saya menyambutnya dengan semangat. Pada pertandingan yang dilangsungkan Selasa dini hari waktu Indonesia, Arsenal sempat buntu ketika membangun serangan. Manchester City mengambil inisiatif dan terus menekan.

Dini hari itu, Joel Campbell terlihat sudah paham dengan tugasnya ketika Arsenal ditekan. Bersama Hector Bellerin di sisi kanan, Joel Campbell bekerja keras mematikan pergerakan David Silva dan Aleksandar Kolarov. Babak pertama berjalan, Joel Campbell lebih mirip sebagai seorang bek sayap dan “dipaksa” lebih bertahan. Tapi awal di babak kedua, Joel Campbell lebih berani bermain menyerang. Beberapa kali dia mendapatkan peluang. Salah satu yang terbaik ketika Joel menjemput bola dari Nacho Monrea di depan gawang Joe Hart. Sayang, sentuhanya masih melambung.

Secara keseluruhan, Joel bermain sangat baik. Wenger mencapai klimaks kepercayaannya terhadap Joel Campbell. Saat ini, aman untuk dikatakan bahwa Joel Campbell akan menjadi pilihan pertama. Setelah performanya yang fluktuatif, kini tugas utama Joel Campbell adalah mempertahankan level. Mempertahankan posisi dan tampil baik secara konsisten bukan tugas mudah. Tapi kita semua sudah melihat niat diri dan kekuatan dari Joel Campbell. Oleh sebab itu, seharusnya, Joel Campbell bisa lulus uji konsistensi dengan nilai yang memuaskan.

Joel Campbell sudah habis di Arsenal? Tidak!

#COYG

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *