Mohamed Elneny dan Variasi Taktik Arsenal

Salah satu pertanyaan yang lumayan sering mampir di timeline Arsenal’s Kitchen adalah jika Mohamed Elneny tampil bagus, lalu bagaimana nasib Francis Coquelin? Atau siapa yang bakal dikorbankan apabila keduanya bermain bersama? Tulisan sederhan ini akan mencoba menjawabnya.

Setelah beberapa kali penundaan, akhirnya nama Elneny resmi dikenalkan oleh manajemen Arsenal sebagai pemain baru. Urusan izin kerja menjadi alasan penundaan tersebut. Mahar hampir 16 juta Pound konon digelontorkan Arsenal untuk meminang Elneny dari FC Basel. Besarnya nilai transfer merupakan gabungan dari banderol utama dan dana tambahan untuk mempercepat kedatangan pemain berdarah Mesir tersebut.

Latar Belakang dan Atribut

Sebenarnya, Elneny sudah mulai didekati manajemen Arsenal sejak bulan April tahun 2015. Artinya, pendekatan sudah dilakukan jauh sebelum beberapa gelandang inti Arsenal tumbang karena cedera. Usia muda, visi, stamina, ditambah kemampuan bermain di lebih dari satu posisi membuat manajemen Arsenal kepincut. Prospek untuk masa depan menjadi masuk akal apabila melihat kenyataan bahwa kontrak Mathieu Flamini, Thomas Rosicky, dan Mikel Arteta tidak akan diperpanjang.

Nah, setelah Santi Cazorla dan Francis Coquelin cedera, The Gunners mencoba “mempercepat” kedatangan Elneny. Maka, bulan Januari ini, Elneny resmi berseragam Arsenal. Posisi ideal Elneny adalah gelandang bertahan. Ia juga fasih bermain sebagai gelandang sentral. Maka, lumrah apabila banyak yang memandang Elneny akan dijadikan back-up Coquelin. Atau, apabila memungkinkan, mengisi tempat Cazorla, sampai deep-playmaker asal Spanyol tersebut pulih. Kesimpulannya, Elneny diproyeksikan mengisi dua tempat, di mana ia bisa memaksimalkan kemampuannya.

Berbicara kemampuan, berbicara atribut. Elneny diberkahi dengan stamina yang mendukung daya jelajah yang tinggi. Pemain yang berkembang bersama FC Basel tersebut mempunyai visi yang lumayan bagus, terlihat dari kemampuan long pass dan akurasi umpannya yang menembus angka 92%. Ia juga dilengkapi dengan kemampuan membaca permainan dan mencegah transisi menyerang lawan.

Sebagai gelandang bertahan, keberadaan Elneny akan terasa. Posturnya yang lebih tinggi ketimbang Coquelin dan keberaniannya melakukan kontak fisik akan sangat menguntungkan. Kemampuan membaca pertandingan akan membantu Arsenal meredam serangan lawan sejak dini. Bukankah mencegah lawan sedini mungkin lebih baik ketimbang pemain Arsenal harus berlari 50 meter untuk susah payah mengejar lawan? Kecepatan Elneny akan membantu.

Sebagai gelandang sentral, Elneny akan ditunjang daya jelajah, anggap saja ia akan bermain sebagai box-to-box seperti Aaron Ramsey. Kemampuan dan kebernaian menembak dari jarak jauh juga sebuah nilai tambah. Nah, melihat atribut dan latar belakang tersebut, sebenarnya Arsenal mendapatkan seorang pemain yang otomatis menambah variasi taktik dan skema di atas lapangan. Berikut beberapa contohnya:

Formasi Jamak 1-4-2-3-1

Formasi ini paling sering digelar Arsenal musim ini karena memang disesuaikan dengan ketersediaan pemain. Dua pivot biasanya diisi Flamini dan Ramsey. Keberadaan Elneny yang beratribut lebih lengkap ketimbang Flamini akan mengubah komposisi 1-4-2-3-1 Arsenal. Duet Elneny dan Ramsey akan terasa lebih “aman” ketimbang apabila Arteta atau Flamini yang bermain sebagai jangkar. Meskipun, proses adaptasi akan tetap menjadi isu yang menyertai. Namun, terlepas dari masalah tersebut, komposisi ini cukup menjanjikan.

1

Grafis di atas merupakan gambaran luasnya covering zone Elneny ketika berduet dengan Ramsey. Saat pertandingan berjalan, Ramsey jelas akan mencoba naik membantu serangan dan mencetak gol. Kondisi ini kerap menciptakan keadaan berbahaya, baik ketika lawan melakukan serangan balik atau Ramsey alpa untuk segera kembali posisi di mana seharusnya ia berada. Gol kedua Firmino ketika Arsenal ditahan imbang Liverpool menjadi gambaran yang jelas. Ramsey justru out of position dan membiarkan Flamini bekerja sendirian meng-cover wilayah yang kurang ideal.

Atribut kecepatan Elneny memang bisa diandalkan. Namun, jika bermain dengan bentuk ini, Elneny harus meredam keinginannya untuk naik lebih jauh. Apalagi, dirinya akan menjadi filter pertama serangan balik lawan. Oleh sebab itu, apabila Arsenal bermain skema dasar 1-4-2-3-1, sebaiknya salah satu dari Nacho Monreal atau Hector Bellerin tidak naik terlalu jauh. Sistem timba di mana salah satu bek sayap naik dan satunya lagi beridiri di garis tengah adalah pilihan yang ideal. Maksudnya, ketika lawan melancarkan serangan balik, Elneny mempunyai satu pemain yang berdiri cukup dekat untuk masuk ke lapangan tengah dan menambah jumlah pemain di depan duet bek tengah. Pada grafis di atas, terlihat Monreal menahan diri untuk naik lebih tinggi. Posisi tersebut memudahkan Monreal untuk masuk ke zona 5 atau turun ke bawah membentuk barisan 3 bek.

Kelebihan pilihan formasi ini adalah ketika Arsenal mampu mendominasi pertandingan. Kenyamanan menguasai bola merupakan salah satu langkah awal mencetak gol. Apalagi, bila dibarengi dengan memaksimalkan kelebihan-kelebihan pemain. Kelebihan yang dimaksud adalah kemampuan Elneny melepas tendangan jarak jauh. Kenapa atribut ini sering sekali disebut? Karena apabila gelandang-gelandang lain mampu mendorong barisan pertahanan lawan turun lebih dalam, sebuah space akan tercipta di mana Elneny akan mendapatkan kesempatan yang ideal. Dari ruang tersebut, Elneny bisa menyebarkan umpan ke sisi lapangan atau melepas tendangan jarak jauh. Kejutan dan variasi bisa menyulitkan lawan.

Bentuk Tiga Gelandang

Nah, apabila Elneny berduet dengan Ramsey, lalu bagaimana nasib Coquelin dan Cazorla ketika keduanya bebas dari cedera? Salah satu jawabannya adalah bentuk tiga gelandang. Seperti yang dijelaskan di atas, Elneny bisa bermain sebagai gelandang sentral dengan daya jelajah yang tinggi karena didukung stamina mumpuni. Coquelin, adalah tipe gelandang bertahan tradisional, di mana kerjanya di lapangan terbilang sederhana. Coquelin cukup mencegah lawan masuk ke kotak penalti sejak awal, melakukan intercept, dan memberikan bola kepada pemain yang lebih kreatif di depannya. Tugas tambahan Coquelin adalah menjadi jembatan antarlini, terutama dari bek ke gelandang serang.

2

Perhatikan grafis di atas, dengan bentuk tiga gelandang, otomatis Arsenal memiliki pemain yang cukup untuk menjaga setiap transisi. Tiga gelandang juga akan memberi keuntungan kuantitatif bagi Arsenal ketika lawan mencoba melakukan serangan balik. Dengan bentuk ini, kedua bek sayap bisa dengan leluasa naik menyerang membantu Mesut Ozil, Alexis Sanchez, dan Ramsey. Khusus untuk Ramsey, posisi ini akan sangat menguntungka bagi dirinya. Goal threat yang ia miliki diakui sendiri oleh Wenger ditambah kemampuan coming from behind yang baik. Alexis akan bertindak sebagai False 9, di mana starting point dirinya adalah half-space kiri. Posisi ini akan memudahkan Alexis untuk masuk ke kotak penalti dan memanfaatkan kaki kuatnya.

Bagi Cazorla, tugasnya sebagai deep-playmaker akan lebih mudah. Posisinya yang akan di-cover Elneny setidaknya mengurangi kemungkinan mendapatkan tekanan berlebihan dari gelandang lawan. Posisi tersebut membuat opsi umpan Cazorla semakin banyak. Elneny mampu menjadi opsi penerima bola ketika Cazorla mendapatkan pressing dari gelandang lawan dan jalur passing ke depan ditutup. Dari posisinya yang lebih dalam, Elneny dapat mensirkulasikan bola ke dua bek sayap atau melepas umpan vertikal ke depan.

Kesimpulan awalnya adalah, bentuk tiga gelandang akan membuat lini tengah Arsenal menjadi lebih seimbang. Keberadaan Coquelin di depan bek tengah menjamin Arsenal tidak kekurangan pemain ketika lawan melakukan serangan balik. Daya jelajah Elneny juga akan menjadi bantuan yang ideal untuk Coquelin. Bentuk tiga gelandang ini juga sifatnya fleksibel. Jika situasi di atas lapangan berubah, bentuk 1-4-3-2-1 ini dapat berubah menjadi 1-4-2-3-1 atau 1-4-3-3 dengan mudah.

Bentuk Diamond

Bentuk diamond atau berlian juga dapat digelar menyusul bergabungnya Elneny. Dasar teori bentuk diamond adalah tiga gelandang yang berisi Coquelin, Elneny, dan Cazorla ditambah salah satu di antara Ozil dan Ramsey yang turun lebih ke dalam.

3

Bentuk diamond, ditambah kompaksi yang narrow membuat lini tengah Arsenal lebih kuat ketika bertahan. Melawan tim-tim yang di atas kertas lebih kuat, bentuk ini bisa menjadi pilihan di samping 1-4-4-2, 1-4-1-4-1, 1-4-4-1-1 narrow. Kedalaman yang terjaga dan terbatasnya space yang bisa diekslpoitasi lawan membuat setidaknya lini berbahaya bisa dikuasi Arsenal. Mengurangi opsi lawan untuk menyerang merupakan salah satu langkah awal untuk tidak kalah.

Pemain yang Dikorbankan

Kedatangan Elneny yang memperkaya variasi taktik Arsenal memang membawa dampak, salah satunya adalah mengorbankan salah satu pemain. Jika melihat tiga skema di atas, pemain yang biasanya dikorbankan adalah striker dan pemain yang berada di sisi lapangan. Oliver Giroud, Theo Walcott, dan Joel Campbell adalah tiga pemain yang rawan duduk di bangku cadangan. Ada tiga alasan yang dapat dikemukakan.

Pertama: terkait kebutuhan taktik. Melawan tim-tim yang jago mengeksploitasi ruang, menambah jumlah gelandang (kuantitatif) adalah langkah sederhana untuk mengimbangi.

Kedua: memaksimalkan atribut dan variasi. Gelandang-gelandang Arsenal seperti Elneny, Cazorla, Ramsey, dan (mungkin) Wilshere, tidak hanya memiliki kemampuan bertahan, namun juga mampu menyakiti lawan. Artinya, meskipun jumlah gelandang bertambah, kualitas serangan tidak akan berkurang. Justru, variasi yang semakin banyak memberikan Arsenal banyak opsi untuk mencetak gol.

Ketiga: urusan performa. Selepas cedera, Theo Walcott kesulitan mencapai level konsistensi yang diharapkan. Sementara itu, apabila melirik Alex Oxlade-Chamberlain, pembaca pasti tahu kenapa pemain muda ini layak dicadangkan. Joel Campbell, yang sudah menunjukkan perkembangan dan kerja keras di atas lapangan layak dipertimbangkan masuk untuk menambah variasi ketika situasi memungkinkan.

Tentu masih banyak alasan yang dapat disampaikan. Namun setidaknya tiga alasan di atas sudah mewakili amunisi dan variasi yang kini dimiliki Arsenal. Terkait Giroud yang tengah rajin mencetak gol bisa menjadi bahan pertimbangan. Terutama, untuk memasukkan namanya ke dalam starting line-up ketika Alexis belum mencapai match fit yang ideal pasca-cedera. Hal ini justru semakin menegaskan bahwa variasi Arsenal untuk urusan 11 pemain awal semakin kaya.

#COYG

Comments

3 thoughts on “Mohamed Elneny dan Variasi Taktik Arsenal”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *