Appetizer: Misi Mengembalikan Perdamaian Sepak Bola Eropa

Leg 1 Babak 16 Besar Liga Champions musim 2015/16 akhirnya datang juga. Arsenal menjamu lawan klasiknya, yaitu Barcelona. Aura pesimis dan erangan kesedihan nampaknya sudah menguar. Namun, bukankah cerita kepahlawanan dimulai dari kesedihan dan ketidakmungkinan? 

Mari kita mulai dengan analogi sains fiksi yang sederhana. Bayangkan kalau memang alien dan teori konspirasi tentang makhluk di luar angkasa itu benar adanya, dan suatu saat ia memang datang ke Bumi, apa yang akan terjadi? Bagaimana kalau ia datang bukan dengan tangan terbuka untuk berdamai, tapi datang dengan semangat ekspansionis yang menggebu dan hasrat untuk memperbudak manusia? Seperti yang ditawarkan plot cerita-cerita sains fiksi film-film Barat. Dengan pesawat perang yang canggih, persenjataan yang mutakhir hingga kualitas strategi perang yang lebih maju, mereka tentu tak kesulitan hanya untuk mengebiri kekuatan militer negara adidaya sekelas Amerika Serikat.

***

Di sepak bola Eropa, mitologi alien itu ada. Mitos tentang sebuah klub sepak bola yang kuat dan tangguh adalah benar adanya. Ia bukan mitos kuno yang basi. Ia bukan narasi dongeng pengantar tidur yang fiksi. Ia nyata dan membius Eropa, juga dunia, dengan permainan sepak bola yang kuat, taktis, dan menawan. FC Barcelona adalah perwujudan nyata tim tersebut. Yakinlah sudah, dalam undian fase apa pun di Liga Champions Eropa, tidak ada satu pun klub waras dan bernalar sehat yang ingin bertemu Barcelona. Entah itu Apoel Nicosia, hingga Arsenal.

Sejak era Frank Rijkaard berakhir, dan lahirnya Tuhan baru di Catalan, Lionel Messi, Barcelona berubah dari tim kuat menjadi sangat kuat. Muhammad Butt dalam kolom Squawka akhir pekan lalu (19/2), menuliskan bentuk permainan Barcelona sejak peralihan dari Rijkaard hingga saat ini dalam satu kata, A Juggernaut. Barcelona tumbuh dari tim yang komplet menjadi tim yang sempurna. Barcelona dua kali meraih treble dengan catatan mengagumkan dan permainan yang megah dalam rentang satu dekade terakhir. Itu catatan brengsek dan membuat iri, serta segan. Anda jelasnya orang sabar yang makrifat kalau tak iri dengan Barcelona dan barisan suporternya yang tiap tahun selalu bertambah banyak. Apalagi, tengah pekan ini, di lanjutan babak 16 Besar Liga Champions Eropa, tim tersebut datang ke London dengan catatan yang benar-benar keparat.

Barcelona datang ke Emirates dengan catatan 32 laga tak terkalahkan. Dengan raihan imbang 6 kali dan meraih kemenangan 26 kali. Dari 32 laga tersebut, Barcelona mencetak 104 gol dan hanya kebobolan 19 gol (surplus 85). Trio penyerang Latin mereka yang brengsek itu, Lionel Messi-Luis Suarez-Neymar Jr (MSN), sudah mencetak 58 gol dari 67 total gol Barcelona di La Liga musim ini. Tambahan lagi, Luis Suarez, pemain yang sempat ditawar 40 juta+1 Poundsterling oleh Arsene Wenger, sudah mencetak 41 gol dari 37 laga untuk Barcelona musim ini.

Sudah paham data ini? Baiklah, ini mungkin hanya data statistik, bola itu pasti dan akan selalu bundar, tapi kalau Anda kencing di celana dan lutut bergemetaran membayangkan lini belakang Arsenal bertemu trio orang gila itu, berarti Anda masih waras. Tenang saja, tak perlu khawatir.

***

Para pundit dan penggemar sepak bola sedang menertawakan nasib Arsenal yang selalu kandas di babak 16 Besar UCL dengan kemungkinan catatan itu siap dilanggengkan karena kehadiran Barcelona sebagai lawan berikutnya.

Mereka yang menertawakan nasib Arsenal karena bertemu Barcelona, dalam hati, dengan tenang dan senyap, diam-diam berharap Arsenal mampu mengalahkan raksasa Catalan ini.

Orang menertawakan siapa pun lawan Barcelona yang agung itu, tapi dalam diam, mereka berharap dongeng akan narasi heroik Daud dan Goliath masih mungkin terjadi.

Masih ingat euforia dunia ketika Juup Heynckes menghancurkan Barcelona dengan agregat 7-0? Atau sepak bola membosankan Jose Mourinho yang mempermalukan Pep Guardiola tahun 2010 lalu? Barcelona memang sulit untuk dikalahkan, tapi bukan berarti tidak mungkin. Bayern Muenchen yang pekan lalu menghujani SV Darmstadt dengan 36 tendangan ke gawang pernah dipermalukan di Emirates. Dan mungkin, kumpulan alien dari Catalan itu, yang dipimpin Tuhan baru, Lionel Messi, masih bisa dilukai dengan menyakitkan di London nanti.

Untuk menghentikan Barcelona, walau susah, sebenarnya sederhana. Ketika menonton laga melawan Las Palmas lalu, Barcelona kesulitan lepas dalam pressing tinggi lawan dan kesulitan mengalirkan bola dari bawah, untuk disalurkan ke trio MSN mereka. Absennya Sergio Busquets, yang disimpan oleh Luis Enrique, membuat aliran bola Barcelona tak lancar. Dan ini hal krusial yang harus dipahami Wenger dan Arsenal.

Mematikan MSN adalah keharusan, namun mematikan aliran bola Barcelona dan meminimalkan kemampuan mereka dalam menguasai permainan adalah sebuah kewajiban yang fardhu ‘ain. Sedari awal, aliran bola harus dimatikan sejak dari bawah. Barcelona memiliki empat bek yang fasih dan sangat nyaman menguasai bola. Dan semua lini serang Arsenal harus melakukan tekanan berarti ke pemain Barcelona untuk menekan dan mencegah berkembangnya pola juggernaut ala Catalan yang bikin lutut gemetar itu.

Dan satu lagi, dengan cara apa pun, entah Aaron Ramsey atau Francis Coquelin, harus mampu menutup akses bola ke Sergio Busquets. Jurnalis AS, Santi Gimenez, menggambarkan Busquets sebagai metronom utama dalam poros serangan dan fase bertahan Barcelona. Hampir di setiap fase, baik bertahan, menyerang, atau transisi keduanya, semua berpusat di Busquets. Sekali alpa dalam menjaga Busquets, Barcelona akan berprogres, dan percayalah, saya bukan peramal, tapi biasanya, setiap proses serangan Barcelona yang sukses, itu bakal mengerikan.

Alien memang musuh yang menyebalkan. Mereka punya lini serang yang lebih canggih dan mematikan. Lini belakang mereka tangguh dan lebih kuat menghadang serangan. Lini tengah mereka sempurna dalam menguasai dan mengalirkan bola.

Oh tapi jangan lupa, dalam setiap cerita perjuangan, narasi kepahlawanan bukan tentang siapa yang kuat, tapi tentang siapa yang lebih menginginkan kemenangan.

Dengan taktik yang pas dan mental yang tepat, kemenangan manusia Bumi akan alien masih bisa berada dalam jangkauan. Arsenal harus datang menyambut Barcelona dengan mental untuk menang, bukan untuk berjuang sekadar untuk tidak kalah.

***

Untuk intermezzo sebelum menonton laga tengah pekan ini, coba ditonton film Hollywood tentang perang alien dan manusia berjudul Battleship. Film biasa dengan alur cerita mudah ditebak yang juga biasa. Aktor yang biasa (kecuali ada akting Rihanna). Hingga akhir cerita yang juga biasa. Anda tahu yang tidak biasa? Manusia Bumi menang dan membasmi alien selamanya. Tapi tenang, Arsenal tidak bersiap membasmi Barcelona. Hanya berdoa agar diberi kemudahan mengusir alien-alien Catalan itu kembali ke tanah Iberia dengan kepala tertunduk dan tanpa kebobolan. Allahuma, amin.

#COYG

Comments

One thought on “Appetizer: Misi Mengembalikan Perdamaian Sepak Bola Eropa”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *