Dudu dan Pelajaran Kehidupan Bagi Gooners

Tanggal 25 bulan 2 tahun 2016, Eduardo da Silva berulang tahun. Striker tajam yang biasa kita sapa Dudu tersebut pernah melewati kesedihan dan penderitaan yang pasti ingin dihindari semua orang. Namun, di tengah penderitaannya tersebut, Dudu justru mengajari kita sebuah pelajaran kehidupan yang begitu luhur dan tulus.

Louis Zamperini dan Eduardo da silva. Nama pertama mungkin akan membingungkan bagi sebagian besar Gooners. Namun, nama kedua tentu sangat familiar di telinga kita. Dua orang tersebut, menurut saya, memiliki kemampuan untuk bertahan dan berjuang dengan luar biasa. Unbroken, adalah sebuah film yang menceritakan kisah seorang atlet Olimpiade bernama Louis Zamperini. Cerita Louis dalam melewati keterpurukan mempunyai kemiripan dengan yang dirasakan oleh Eduaro Da Silva atau yang biasa dipanggil Dudu.

Louis Zamperini dilahirkan di Olean, New York dari orang tua asli keturunan Italia. Dibesarkan di tengah keluarga Katolik yang ketat, Louis kecil belajar tentang arti kedisiplinan. Louis kecil cukup nakal dan selalu membuat ulah. Suatu ketika, dia pernah mengecat botol susu kemudian mengisinya dengan alkohol supaya orang tak mengetahui kebiasaan buruknya mengonsumsi alkohol sejak kecil.

Louis kecil merasa dirinya tidak berguna karena dianggap selalu membuat malu keluarga. Di tengah beratnya masa-masa tersebut, kakak Louis yang bernama Pete selalu memberikan semangat. Pete memaksa Louis untuk mengikuti kelas maraton. Dengan setengah hati, Louis memenuhi permintaan kakaknya tersebut. Ternyata kemampuan berlari Louis cukup baik dan dia berhasil menjadi pelari tercepat tingkat SMA. Singkat cerita, Louis menjadi salah satu pelari terbaik Amerika Serikat dan terpilih masuk dalam tim Olimpiade.

Louis muda ketika berlatih lari (sumber foto: runnersworld.com)
Louis muda ketika berlatih lari (sumber foto: runnersworld.com)

Kondisi Louis mempunyai kemiripan dengan Eduardo Da Silva. Anak Brazil ini dipantau secara khusus oleh klub asal Kroasia, Dinamo Zagreb. Di usianya yang masih belia, 16 tahun, Dudu meninggalkan Brazil dan berangkat ke Kroasia. Dudu berjuang sangat keras untuk menembus tim inti Dinamo Zagreb. Baru pada usianya yang ke-20 tahun, Dudu berhasil menjadi pilihan utama. Sampai akhirnya merasakan puncak kariernya pada musim 2006-2007 ketika mampu menciptakan total 47 gol dari 47 laga di semua kompetisi. Louis dan Dudu, merasakan puncak kariernya dengan manis.

Kembali ke Louis. Setelah Olimpiade Berlin 1936, Louis melanjutkan kuliah. Setelah lulus, Louis bergabung dengan Air Force atau Angkatan Udara Amerika Serikat. Keluarga Louis bangga dengan pencapaian yang diraihnya. Harapan tinggi muncul dari ayah dan kakaknya, Pete. Dudu juga demikian, setelah selesai dengan musim emasnya bersama Dinamo Zagreb, ia pindah ke Arsenal dengan harapan yang luar biasa dari para fans. Tapi perjalan tak selalu mudah. Seperti  kutipan ceramah dari pendeta di adegan Unbroken berikut:

“Tuhan menciptakan dua cahaya. Cahaya terang, untuk menyinari siang. Dan cahaya redup, untuk menyinari malam.  Hal ini, terang dan gelap,  siang dan malam dipisahkan satu sama lain. Tuhan memberinya tempat masing-masing. Ia tak membuatnya bertentangan. Ia berfirman. “Aku menciptakan siang dan malam.” Kau harus hidup melewati malam.”

Louis dan Dudu, atau bahkan kita semua, pernah merasakan siang yang terang dengan kesuksesan yang kita raih. Tapi malam tidak akan pernah bisa kita hindari termasuk bagi Louis dan Dudu. Kedua pria ini punya cerita tersendiri dalam melewati malam mereka.

Kita mulai dengan Louis yang mengikuti Perang Dunia II. Suatu ketika, Louis dan beberapa rekannya melakukan misi penyelamatan. Namun, mesin pesawat mereka mengalami kerusakan dan terjatuh ke laut lepas di Pasifik. Louis dengan 2 temanya bertahan hidup di tengah laut lepas dengan sekoci. Salah satu temanya mati karena tidak sanggup lagi bertahan. Sementara itu, Louis dan salah satu rekannya yang bernama Phil berhasil bertahan hidup selama 47 hari sampai akhirnya ditemukan oleh kapal Jepang yang merupakan musuh Amerika.

“Malam” yang harus Louis lalui belum selesai. Louis dibawa ke Jepang untuk menjadi tahanan perang. Ketika tahu kalau dia berada di Jepang, Louis sempat berujar kalau dia akan berlari di Jepang saat Olimpiade. Di kamp tahanan perang, Louis yang memiliki watak keras kepala menjadi sasaran empuk komandan kamp tersebut yang bernama Mutsuhiro Watanabe. Meskipun menerima banyak siksaan dari Watanabe, Louis terus bertahan hidup dan menunjukan semangat yang luar biasa. Louis mampu bertahan hidup di tengah siksaan demi siksaan ketika banyak rekannya sesama serdadu Amerika meninggal karena dipukuli, kelaparan, dan penyakit.

Setelah perang usai dan Jepang menyerah tanpa syarat, Louis dan semua tahanan dibebaskan. Setelah bebas, Louis belajar soal pengampunan lewat agamanya. Ia meniatkan diri untuk melacak dan bertemu dengan para penyiksanya dahulu. Salah satu yang sangat ingin Louis temui adalah Watanabe. Secara tulus, Louis siap memaafkan Watanabe, yang saat itu masuk dalam daftar penjahat perang. Sayang, Watanabe dan keluarganya menolak untuk menemui Louis.

Walau gagal bertemu Watanabe, ada keinginan Louis yang lain yang berhasil menjadi kenyataan, yaitu untuk berlari pada Olimpiade di Jepang. Keinginan tersebut terwujud ketika Louis berusia 80 tahun. Dia menjadi salah satu pelari yang membawa obor Olimpiade di Jepang.

Louis bersama obor Olimpiade di usianya yang ke-80 (sumber foto: nbclosangeles.com).
Louis bersama obor Olimpiade di usianya yang ke-80 (sumber foto: nbclosangeles.com).

Malam yang dilalui Dudu juga terasa sangat dingin menusuk tulang. Dudu mengawali musim dengan baik ketika mampu membantu Arsenal menjadi pemuncak klasemen. Banyak harapan datang untuk Arsenal bisa memenangi gelar musim itu. Malam mengerikan buat Dudu pun datang.

Sabtu 23 Februari, 12.45 waktu UK, Arsenal harus bertandang ke markas Brimingham. Laga baru berjalan 2 menit 30 detik dan kejadian yang buruk buat Dudu terjadi. Saya malas menyebutkan nama si pelaku yang melakukan tekel tak berakal itu. Tekel biadab itu membuat Dudu harus merasakan malam yang sangat keras. Bukan hanya Dudu, mental pemain pun sulit bangkit dari kejadian hari itu. Bagaimana tidak, 12 pertandingan setelah Dudu patah kaki, Arsenal hanya berhasil menang 5 kali, seri 5 kali, dan 2 kali kalah. Arsenal harus rela melepaskan gelar juara ke Manchester United dengan selisih 4 poin saja.

Proses penyembuhan Dudu berjalan hampir satu tahun. Pada tanggal 11 februari 2009, Dudu melakukan comeback. Dudu membantu timnas Kroasia menang 2-1 atas Rumania dan menciptakan satu asis. Di Arsenal sendiri Dudu melakukan debut 5 hari setelah laga melawan Rumania. Dia menjadi starter ketika Arsenal melakoni laga replay FA Cup melawan Cardiff City. Dudu berhasil menciptakan 2 gol dan ditarik keluar pada menit 67.

Satu lagi kenapa kisah Dudu mirip dengan Louis. Keiklasan Dudu untuk memaafkan si penekel itu mirip dengan apa yang dilakukan oleh Louis. Berikut kutipan wawancara Dudu dengan koran Inggris News of the World tanggal 2 Maret 2008:

“Saya tatap wajahnya. Saya tidak bisa mengerti bagaimana orang melakukan tekel seperti itu pada saat laga baru tiga menit berjalan,” tutur Eduardo, melukiskan pertemuannya dengan Martin Taylor yang menjenguknya, “Tapi, akhirnya saya percaya Taylor jujur dan saya memaafkan dia,” lanjut Eduardo.

Ia juga percaya, tekel Taylor adalah sebuah kecelakaan yang ingin segera dia lupakan.

Kisah Louis dan Dudu meminta kita agar terus bertahan dalam segala hal buruk yang terjadi pada hidup. Karena seperti yang dikatakan kakak Louis, Pete, “A moment of pain is worth a lifetime of glory.” Jadi, tetaplah bertahan untuk berjuang, karena pada akhirnya kita akan berhasil.

Kisah bertahan dalam gelap malam dan kesedihan kedua orang di atas adalah pelajaran bagus untuk kita semua ketika harus menghadapi kepahitan hidup. Satu lagi kunci kebahagiaan dalam hidup yang diajarkan Louis dan Dudu adalah: memaafkan. Kemarin, 25 Februari 2016, Dudu berulang tahun ke-33. Tulisan ini adalah persembahan kepada salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Arsenal. Meski tidak bertahan lama di Arsenal, Dudu akan bertahan selamanya di hati kita masing-masing.

Sretan rodendan, Dudu. Bog te blagoslovio.

Selamat ulang tahun Dudu. Tuhan memberkati.

#COYG

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *