Dessert: Bonjour, Francis Coquelin, Terima Kasih Untuk Hasil Imbangnya

Derby London Utara yang baru selesai Sabtu (5/3) lalu adalah salah satu pertandingan yang cukup patut untuk disesali Arsenal karena gagal dimenangkan. Kalau boleh mengeluhkan di sini, ada beberapa pertandingan yang seharusnya dimenangkan Arsenal kalau saja fokus tidak turun, sehingga kebodohan di atas lapangan bisa diminimalisir. Salah satunya, mungkin, ketika tandang di Anfield melawan Liverpool dengan hasil akhir 3-3, saat Arsenal kecolongan oleh gol buzzer beater Joe Allen.

Lanjutkan membaca Dessert: Bonjour, Francis Coquelin, Terima Kasih Untuk Hasil Imbangnya

Dessert United v Arsenal: Agar Kalian Lebih Santai

Masih kesal dengan kekalahan Arsenal di Rumah Hantu tempo hari? Masih ingin mengumpat? Saya masih. Kesal, jengkel, jengah melihat cara bermain Arsenal adalah manusiawi. Well, tapi perasaan negatif tersebut tak mungkin dipertahankan terus-menerus, bukan? Mari kendurkan syaraf dengan sajian penutup dari penulis idaman semua kaum, baik yang terlihat maupun yang tidak ini.

Lanjutkan membaca Dessert United v Arsenal: Agar Kalian Lebih Santai

Appetizer United vs Arsenal: Tamasya Kecil di Akhir Pekan

Mari bersantai sejenak di akhir pekan nanti. Usai menyambut tamu agung yang kedatangannya begitu menggetarkan publik London, akhir pekan nanti, sebuah tamasya kecil akan dilakukan ke Manchester. Di tengah jadwal kompetisi yang semakin bergegas dan musuh yang semakin kompetitif jelang akhir musim, sebuah penyegaran akan emosi dan mental yang mulai loyo sangat diperlukan.

Lanjutkan membaca Appetizer United vs Arsenal: Tamasya Kecil di Akhir Pekan

Appetizer: Misi Mengembalikan Perdamaian Sepak Bola Eropa

Leg 1 Babak 16 Besar Liga Champions musim 2015/16 akhirnya datang juga. Arsenal menjamu lawan klasiknya, yaitu Barcelona. Aura pesimis dan erangan kesedihan nampaknya sudah menguar. Namun, bukankah cerita kepahlawanan dimulai dari kesedihan dan ketidakmungkinan? 

Lanjutkan membaca Appetizer: Misi Mengembalikan Perdamaian Sepak Bola Eropa

Dessert: Fragmen Valentine Danny Welbeck

Beberapa minggu yang lalu, penulis bersepakat dengan pemilik situs web ini untuk menulis beberapa paragraf guna merayakan kembalinya Danny Welbeck. Absen hampir sepuluh bulan lebih dan menghabiskan beberapa minggu bersama tim U-21, panggung kembalinya Welbeck dibingkai dengan manis sekembalinya dari cedera. Namun nampanya, bocah Manchester itu ingin pesta comeback dirinya jauh lebih mewah dari sekadar tulisan.

Lanjutkan membaca Dessert: Fragmen Valentine Danny Welbeck

Sisa Orkestra Manis Mozart di London

Baru beberapa saat lalu saya menyelesaikan satu tulisan tentang legenda klub tetangga sebelah yang kemungkinan akan pergi di akhir musim nanti. Sebenarnya, saya bukan peminat kisah sedih berakhirnya jalinan kontrak satu pemain dengan klub tertentu. Lagipula, Arsenal, tempat kita semua (eh, pembacanya Gooner semua kan? hehe) melabuhkan hati dan kegilaan sepak bola, sudah terbiasa ditinggalkan. Praktis, seingat saya, hanya Dennis Bergkamp yang pensiun di London Utara. Sisanya menghabiskan karier di luar Arsenal dan meraih gelimang gelar pun di luar.

Lanjutkan membaca Sisa Orkestra Manis Mozart di London

Dessert: Diego Costa, Sebuah Fragmen Teror

Baiknya kita sepakati dahulu bahwa supaya tatanan dunia tetap berjalan baik, dan struktur sosial bisa terjaga keberlangsungannya, narasi tentang baik dan buruk mutlak perlu. Hitam dan putih perlu dimunculkan dan dilihat kehadirannya sebagai sebuah kebutuhan. Sebagai sebuah pola acak yang entah bagaimana caranya, ia dibutuhkan supaya kita mudah mengenali seseorang atau sesuatu. Dan Diego Costa, harus dengan sukarela dan ikhlas ditempatkan sebagai sosok yang jahat. Sang antagonis sejati.

Lanjutkan membaca Dessert: Diego Costa, Sebuah Fragmen Teror

#MenolakLupa: Tetap Sengit, Meski Skuat Pahit

Silakan berdebat apa saja tentang pria Perancis yang tinggi tegap namun berwajah mirip Rowan Atkinson dan bahasa Inggrisnya bernada pria India yang lama tinggal di Inggris. Tapi agaknya, saya harus secara aklamasi menganggap Arsene Wenger sebagai salah satu alasan terpenting kenapa Arsenal masih stabil dan tidak limbung hingga saat ini.

Lanjutkan membaca #MenolakLupa: Tetap Sengit, Meski Skuat Pahit