Dessert Arsenal vs Barcelona: Mengintip Respons #WargaKitchen

Setelah kekalahan menyakitkan dari Barcelona Rabu dini hari kemarin, berbagai rasa gejolak nampak di sepanjang lini masa media sosial. Antara kekecewaan hingga keiklasan. Antara kungkungan rasa pesimis, hingga optimisme yang menguar tajam. Menarik untuk mengintip dan memahami suara hati #WargaKitchen yang belakang sering sekali diaduk-aduk perasaannya oleh Meriam London.

Lanjutkan membaca Dessert Arsenal vs Barcelona: Mengintip Respons #WargaKitchen

Main Course: Pelajaran Berharga Dari Barcelona Untuk Fans Arsenal

Perjuangan itu bertahan hingga satu jam laga berjalan. Arsenal (mencoba) bermain disiplin dan enggan menyerahkan sejengkal ruang untuk armada Catalan. Namun, ketika risiko diambil, maka risiko harus dipahami. Niat menang dan menyerang justru menjadi 2 mata pedang bagi Arsenal. Sebuah pelajaran yang harus diterima dan dipahami.

Lanjutkan membaca Main Course: Pelajaran Berharga Dari Barcelona Untuk Fans Arsenal

Appetizer: Misi Mengembalikan Perdamaian Sepak Bola Eropa

Leg 1 Babak 16 Besar Liga Champions musim 2015/16 akhirnya datang juga. Arsenal menjamu lawan klasiknya, yaitu Barcelona. Aura pesimis dan erangan kesedihan nampaknya sudah menguar. Namun, bukankah cerita kepahlawanan dimulai dari kesedihan dan ketidakmungkinan? 

Lanjutkan membaca Appetizer: Misi Mengembalikan Perdamaian Sepak Bola Eropa

Dessert: Fragmen Valentine Danny Welbeck

Beberapa minggu yang lalu, penulis bersepakat dengan pemilik situs web ini untuk menulis beberapa paragraf guna merayakan kembalinya Danny Welbeck. Absen hampir sepuluh bulan lebih dan menghabiskan beberapa minggu bersama tim U-21, panggung kembalinya Welbeck dibingkai dengan manis sekembalinya dari cedera. Namun nampanya, bocah Manchester itu ingin pesta comeback dirinya jauh lebih mewah dari sekadar tulisan.

Lanjutkan membaca Dessert: Fragmen Valentine Danny Welbeck

Main Course: Panggung Drama Arsenal

Drama.

Dua pemain pengganti mencetak gol kemenangan. Theo Walcott dan Danny Welbeck memberi Arsenal satu kesempatan bernafas di tengah pacuan juara Premier League musim ini. Panggung drama Arsenal, menyajikan raung amarah manusia, deru pacu jantung gelisah, dan tangis bahagia di penghujung laga.

Lanjutkan membaca Main Course: Panggung Drama Arsenal

Appetizer: Block Rendah Leicester City dan Transisi Bertahan Arsenal

Hari Kasih Sayang di Premier League tidak akan benar-benar dilingkupi gairah cinta. Tertanggal 14 Februari 2016, Arsenal akan menjamu Licester City sebagai salah satu laga penting dalam pacuan kompetisi musim ini. Di sisi lain Inggris, Manchester City akan bertukar kisah kasih dengan Tottenham Hotspur. Klub mana yang akan benar-benar merasakan nikmat cinta?

Lanjutkan membaca Appetizer: Block Rendah Leicester City dan Transisi Bertahan Arsenal

Sisa Orkestra Manis Mozart di London

Baru beberapa saat lalu saya menyelesaikan satu tulisan tentang legenda klub tetangga sebelah yang kemungkinan akan pergi di akhir musim nanti. Sebenarnya, saya bukan peminat kisah sedih berakhirnya jalinan kontrak satu pemain dengan klub tertentu. Lagipula, Arsenal, tempat kita semua (eh, pembacanya Gooner semua kan? hehe) melabuhkan hati dan kegilaan sepak bola, sudah terbiasa ditinggalkan. Praktis, seingat saya, hanya Dennis Bergkamp yang pensiun di London Utara. Sisanya menghabiskan karier di luar Arsenal dan meraih gelimang gelar pun di luar.

Lanjutkan membaca Sisa Orkestra Manis Mozart di London

Arsenal 0-0 Southampton: Ruang Antarlini Yang Tidak Dimaksimalkan

Sungguh disayangkan. Ketika tidak bermain baik namun tetap mampu menciptakan peluang emas, sebuah tim seharusnya mampu memaksimalkannya. Menang dengan tampil buruk pun terkadang dimaafkan. Apalagi ketika sebuah tim tersebut membutuhkan 3 angka supaya tidak tercecer dari pacuan juara.

Lanjutkan membaca Arsenal 0-0 Southampton: Ruang Antarlini Yang Tidak Dimaksimalkan

Dessert: Diego Costa, Sebuah Fragmen Teror

Baiknya kita sepakati dahulu bahwa supaya tatanan dunia tetap berjalan baik, dan struktur sosial bisa terjaga keberlangsungannya, narasi tentang baik dan buruk mutlak perlu. Hitam dan putih perlu dimunculkan dan dilihat kehadirannya sebagai sebuah kebutuhan. Sebagai sebuah pola acak yang entah bagaimana caranya, ia dibutuhkan supaya kita mudah mengenali seseorang atau sesuatu. Dan Diego Costa, harus dengan sukarela dan ikhlas ditempatkan sebagai sosok yang jahat. Sang antagonis sejati.

Lanjutkan membaca Dessert: Diego Costa, Sebuah Fragmen Teror