arsenal partey aubameyang

Arsenal, kalau serius, fokus saja ke Thomas Partey dan Aubameyang

Kalau memang serius, Arsenal lebih baik mencurahkan energinya untuk dua pemain: Thomas Partey dan Pierre-Emerick Aubameyang. Lupakan pemain lain, fokus ke dua pemain penting ini.

Hingga Mei ini, saya masih menahan diri untuk tidak menulis, atau setidaknya sekadar berbagi soal berita transfer, di @arsenalskitchen. Selama masa pandemi virus corona, ya maaf saja, saya merasa sepak bola sudah tidak relevan. Oleh sebab itu, membicarakan berita transfer, kok rasa-rasanya seperti buang waktu saja.

Namun, karena pertanyaan soal transfer sudah semakin menumpuk, ada baiknya saya sedikit bercerita. Inti dari tulisan ini adalah soal kebutuhan tim. Terutama bagi skuat Arsenal yang tidak seimbang. Pernyataan “tidak seimbang” ini bukan karangan saya. Pernyataan ini berasal dari teman saya yang kini berprofesi sebagai analis profesional sepak bola.

Untuk, setidaknya, memperbaiki ketidakseimbangan, nama Thomas Partey memang layak dipertimbangkan. Bahkan ketika dibandingkan dengan rumor pemain lainnya. Misalnya Gabriel Veron, Gerson, hingga Houssem Aouar. Ada beberapa alasan. Mulai dari usia (meski bisa dibantah dengan performa Gabriel Martinelli), kualitas, hingga harga pemain yang mungkin sulit digapai (soal Aouar).

Kesalahan terbesar Arsenal di Januari yang lalu adalah gagal menyelesaikan pembelian Bruno Guimaraes. Pemain asal Brasil yang berhasil ditikung Lyon ini langsung memukau Eropa padahal baru bermain 5 kali saja. Bahkan, Barcelona sudah dikabarkan tertarik kepada Bruno, gelandang yang bisa memberikan “keseimbangan” di lini tengah.

Bagi saya, yang mendekati atau bahkan melebihi kualitas Bruno adalah Thomas Partey. Sebagai gelandang sentral, Partey punya keunggulan di banyak aspek. Kuat bertahan, Partey juga punya Teknik olah bola di atas rata-rata. Bukan cuma Teknik dasar mengumpan, tetapi dia juga punya kemampuan melepaskan umpan-umpan vertikal yang sulit dilakukan jika tak punya visi.

Sebagai gelandang sentral, Partey juga tidak “gagap” ketika harus menguasai bola dan dikepung pemain lawan. Sangat kontras dengan Granit Xhaka. Well, dua pemain ini memang punya tipe berbeda. Oleh sebab itu, ketimbang Lucas Torreira, mungkin, Xhaka akan lebih cocok berpasangan dengan Partey.

Mulai dari urusan challenge and cover, distribusi, hingga end product, Partey sedikit lebih unggul ketimbang Torreira atau gelandang Arsenal lainnya. Maka, sudah jelas ya, alasan saya memberi saran kepada Arsenal untuk fokus ke Partey.

Selain kelebihan secara teknis, harga jual Partey juga terjangkau oleh Arsenal. Apalagi jika model barter dengan Lacazette bisa betulan terjadi. Dari sisi keuangan Arsenal, transfer Partey sifatnya “aman”.

Nah, bagaimana dengan Aubameyang? Singkat saja: Aubameyang adalah pemain terbaik Arsenal. Mencari pemain lain dengan kualitas yang sama itu sangat sulit. Selain tidak ada di pasar transfer, harga yang perlu dibayar Arsenal juga bakal terlalu tinggi.

Saya pernah menegaskan kalau Aubameyang ingin pindah, Arsenal tak perlu mencegah. Kalau sudah tidak cinta, kenapa harus menyiksa diri dengan berlutut memohon. Namun, kalau manajemen Arsenal memang punya niat mempertahankan Aubameyang, lakukan dengan sepenuh hati. Berikan gaji terbaik, diiringi perombakan skuat.

Aubameyang, saya rasa, buka tipe pemain yang menomorsatukan gaji. Pemain asal Gabon ini lebih mementingkan mental juara dan target yang ingin dikejar klub. Sudah lama dia bersabar untuk Arsenal. Tidak ada salahnya, kini, manajemen memberikan skuat terbaik untuk pemain terbaik yang sudah sering menyelamatkan klub.

BACA JUGA New Normal: Tentang Barter Lacazette-Partey dan Masa Depan Streaming Ilegal atau tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *