aubameyang arsenal henry liga inggris

Aubameyang Akan Selalu Dapat Kata Maaf Jika Kelak Tinggalkan Arsenal

Apakah Thierry Henry tidak benar-benar mencintai Arsenal? Di sebuah panggilan video bersama Jamie Redknapp, Henry mengungkapkan dua hal penting terkait masa depan Pierre-Emerick Aubameyang.

Pertama, adalah wajar kalau fans Arsenal berharap Aubameyang bertahan, bahkan menambah durasi kerjanya lewat kontrak baru. Kalau gol-gol Aubameyang dihilangkan, Arsenal akan berada dalam situasi yang “jelas tidak diharapkan”. Maklum, tanpa gol-gol Aubameyang, Arsenal akan berkutat di zona degradasi. Bukan berlebihan, tetapi memang begitu kenyataannya.

Kedua, adalah wajar juga, apabila Aubameyang merasa kini sudah saatnya menyambut tantangan baru. Henry menegaskan kita, fans The Gunners, tidak akan punya kuasa untuk mencegahnya terjadi. Auba punya hak untuk melanjutkan kariernya di klub lain. Kita bahkan tidak pantas untuk menceganya pergi.

Atas pernyataan ini, ada beberapa fans Arsenal yang menganggap kalau Henry tidak sebenar-benarnya mencintai Arsenal. Beberapa fans ini berharap Henry menegaskan kalau Auba harus bertahan. Bahkan kalau bisa, Henry sendiri, secara personal menghubungi Auba. Membujuk pemain asal Gabon itu untuk bertahan.

Harapan beberapa fans Arsenal itu tidak salah. Siapa yang mau ditinggal pemain terbaiknya? Siapa yang rela ditinggal seorang kapten, di mana kontribusinya bisa diibaratkan seperti menjadi separuh nyawa klub musim ini? Tidak akan ada yang ikhlas.

Menurut saya, sebagai fans, ada baiknya kita memahami beberapa perbedaa cara berpikir. Fans memang punya seperti “hak untuk menuntut” atas nama kontribusi tiket, pembelian cenderamata, dan dukungan tulus yang tidak berakhir. Namun, tidak ada salahnya kita memahami perbedaan cara berpikir sebagai bukti kalau kita manusia dengan akal sehat.

Beberapa perbedaan cara berpikir yang ternyata masuk akal, antara lain:

Aubameyang berhak punya “karier”

Pesepak bola, ketika sudah sampai pada tahap profesional, adalah wajar jika berharap bisa merasakan gelar juara. Pemikiran ini tidak ada hubungannya dengan kesetiaan karena hal itu sangat berbeda. Pesepak bola, seperti halnya “karyawan” pada umumnya, berhak mendapatkan “karier” seperti itu. Manusiawi.

Lho, bukankah sepak bola berbeda? Sepak bola lebih luhur. Mungkin kamu berpikir begitu. Namun, manusia memang makhluk yang unik. Tidak semua manusia punya pemikiran yang sama. Bahkan wajar kalau terjadi perbedaan cara pandang. Dan perbedaan itu dijamin oleh konsensus kehidupan, bukan. Kalau Aubameyang merasa sepak bola sebatas karier? Kita mau apa?

Kita sadari saja, Arsenal masih jauh dari level penantang juara. Skuat saja tidak seimbang, kok mau membahas soal konsistensi. Mencegah orang lain untuk sukses justru tidak bagus. Biarkan mereka yang ikhlas untuk bertahan tetap berseragam Arsenal. Biarkan mereka yang tak lagi betah untuk pergi. Sederhana saja cara berpikirnya.

Aubameyang tidak mendapatkan “respect” yang sama

Bukan, bukan dari fans, tetapi dari tim secara keseluruhan. Saya pernah menegaskan kalau Arsenal dan Unai Emery perlu berterima kasih kepada Aubameyang. Tanpa gol-gol Auba, The Gunners ada di zona degradasi dan Emery kehilangan pekerjaan lebih cepat.

Yang terjadi adalah, beberapa pemain lain tidak menunjukkan performa atau determinasi seperti Auba. Ini fakta, bukan hasil imajinasi saya. Bayangkan kamu bekerja di sebuah kantor. Sudah bekerja spenuh hati untuk memenuhi target. Namun, tema satu kantor tidak menunjukkan semangat dan dedikasi yang sama. Kamu kecewa tidak?

Urutkan saja para pemain dari lini belakang sampai depan. Ada beberapa pemain yang mendapat kepercayaan, tetapi selalu gagal membayarnya. Aubameyang bukan dewa. Dia bukan malaikat penyelamat. Dia manusia biasa, bagian dari tim. Sepak bola adalah olahraga tim dan tidak mungkin satu pemain menanggung semuanya.

Oleh sebab itu, ketika saatnya tiba dan Aubameyang berpamitan, yang perlu kita lakukan hanya berterima kasih dan melantunkan doa terbaik. Ketika Auba meminta maaf, kalau saya pribadi, dengan senang hati selalu saya sediakan. Toh sesungguhnya, beliau tidak perlu minta maaf. Pada titik tertentu, justru Arsenal dan fans yang lebih sering mengecewakan Aubameyang.

BACA JUGA Mikel Arteta dan Makna Menjadi Bagian dari Arsenal atau tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *