mikel arteta ian wright arsenal

Mikel Arteta dan Makna Menjadi Bagian dari Arsenal

Beberapa bulan yang lalu, fans Arsenal dihajar oleh kabar buruk. Mikel Arteta, yang baru saja bergabung, terdeteksi positif virus corona. Kelesuan dan kekhawatiran sempat terasa. Maklum, di dalam diri Arteta, keyakinan akan era yang lebih baik begitu kuat terasa. Pada dasarnya, kita tidak akan pernah siap ditinggal pergi mereka “yang terkasih”.

Untungnya, klub bijak menangani kabar buruk ini. Mei 2020, kita bisa melihat Mikel Arteta segar bugar dan bisa tersenyum lepas ketika menerima panggilan video dari Ian Wright. Sebuah pemandangan yang menyenangkan ketika dua legenda mengobrol dengan santai, membicarakan makna menjadi bagian dari Arsenal.

Menyimak obrolan singkat antara Mikel Arteta dan Ian Wright, saya seperti diingatkan nilai-nilai luhur dari sebuah percintaan. Personifikasi yang luar biasa, bukan. Ketika mencintai sebuah entitas bernama Arsenal, pada titik tertentu, tak ubahnya mencintai orang tua, pacar, pasangan hidup, bahkan anak kita masing-masing. Semua bercampur, menjadi sebuah kata bernama “komitmen”.

Tanpa sebuah “komitmen”, hubungan antara persona satu dengan lainnya menjadi tiada makna. Pesepak bola memang diikat dengan sebuah kontrak. Di dalamnya ada unsur gaji sebagai “ukuran pengabdian dan kualitas”. Namun, pada titik tertentu, nilai gaji tersebut terlihat sangat kecil di hadapan komitmen yang tulus.

Jika membatasi sebuah koneksi di antara dua entitas hanya dengan mata uang, kejujuran dan keikhlasan tidak akan pernah hadir di sana. Semuanya diukur dari untung dan rugi. Memang, pesepak bola boleh mengukur rasa cinta mereka dengan “potensi juara”. Tidak salah. Namun, jangan pernah menuntut merasakan juara, kalau si pemain tak punya komitmen penuh untuk tim.

Hilangnya komitmen akan melesapkan rasa memiliki. Ketika situasi itu terjadi, energi untuk bahu-membahu demi tim akan hilang. “Ketika saya datang, tidak terasa ada energi di lapangan latihan maupun ketika bertanding. Inilah salah satu pekerjaan saya ketika awal bergabung,” kata Mikel Arteta kepada Ian Wright.

Dan, Ian Wright mengamini pernyataan Mikel Arteta. Menurut Ian, saat ini, energi untuk berjuang sudah terasa. Semua pemain seperti mulai memahami ide yang coba diperjuangkan pelatih. Memang, ini perjuangan yang panjang dan berat. Oleh sebab itu, Ian Wright menegaskan kalau semua orang, fans Arsenal, berdiri di belakang Arteta memberikan dukungan penuh.

Mikel Arteta menyambut dukungan itu dengan penuh rasa terima kasih, tergambar dari senyumnya yang manis. Sejurus penerimaan itu, Mikel menegaskan kalau semua orang, bukan pemain saja, harus merasa beruntung ketika menjadi bagian dari Arsenal.

Pada kenyataannya, banyak pemain yang ingin bergabung ke Arsenal. Raul Sanllehi pernah mengungkapkan bahwa “ketukan Arsenal di “pintu pemain” pasti terasa berbeda dibandingkan klub lain yang mengetuk”. Ada value yang jelas, yang diperjuangkan di sini.

Ketika seorang pemain perlu berkali-kali diyakinkan, Mikel Arteta menegaskan, lebih baik pergi saja, tidak perlu ada di dalam tim. Seperti yang saya jelaskan di atas, komitmen akan melahirkan rasa memiliki. Ketika rasa tidak memiliki, fokus pemain tidak akan penuh. Situasi itu akan berpengaruh ke mental pemain lain.

Jadi, intinya, jika tidak ada rasa syukur ketika berseragam Arsenal, siapa saja, dipersilakan pergi. Hanya mereka dengan komitmen dan rasa memiliki, yang layak untuk dipertahankan.

Penegasan dari Mikel Arteta ini cocok sekali dengan situasi tim saat ini. Ketika ada pemain yang terlalu lama membuat pertimbangan soal kontrak baru. Pemain itu datang dan pergi, tetapi Arsenal selalu abadi. Terjebak di dalam kebintangan satu pemain justru akan menghambat perkembangan tim secara keseluruhan.

Berseragam jersey Arsenal harus menjadi sebuah kebanggaan. Jika rasa itu sudah tidak lagi ada, hubungan percintaan di antara entitas tidak akan tulus. Lebih baik pergi demi tumbuhnya tunas-tunas kasih sayang yang baru.

BACA JUGA Dennis Bergkamp dan Makna di Balik Invincible: Demi Kewarasan di Tengah Pandemi Corona atau tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *