Balogun dan Buah Manis dari Keberanian bersama Arsenal Arteta

Balogun dan Buah Manis dari Keberanian

Menit pertandingan sudah mendekati paruh akhir ketika akhirnya, Mikel Arteta, mengganti Eddie Nketiah dan memasukkan Folarin Balogun. Dalam hati saya menggerutu. Sedikit kesal kenapa Arteta hanya menyediakan 10 menit saja untuk Balogun.

Saya kesal karena beberapa hal. Pertama, Arteta menegaskan bahwa dirinya akan sekuat tenaga mencegah kepindahan Balogun dari Arsenal. Maka sudah sewajarnya jika Arteta memberi kesempatan seluas mungkin. Tentu supaya si pemain merasa dibutuhkan dan dihargai.

Maka wajar, jika Arteta memainkan Balogun sejak awal di ajang Europa League melawan Molde. Namun, yang terjadi, lagi-lagi Nketiah mendapatkan kesempatan itu. Nketiah bermain sebagai striker dengan Alex Lacazette berperan sebagai gelandang serang. Absurd sekali.

Kedua, kenapa hanya 10 menit saja waktu yang disediakan Arteta untuk Balogun. Kamu bisa melihat dan menganalisis sendiri bahwa sepanjang babak pertama, Nketiah tidak memberi manfaat kepada cara bermain Arsenal. Dia terlalu mudah kehilangan bola, selalu terlambat masuk ke ruang-ruang ideal di kotak penalti lawan, dan membuang peluang.

Saya sudah membayangkan Balogun masuk di awal babak kedua, ditemani Emile Smith-Rowe yang menggantikan Lacazette. Beberapa kali saya mengkritik Arteta terkait pemilihan dan pergantian pemain. Entah karena masih terlalu hijau sebagai pelatih atau karena terlalu rumit berpikir, terkadang Arteta bikin sulit dirinya sendiri.

Untung saja, rasa kesal yang memuncak itu bisa “ditenangkan” dengan sebuah pameran akan harapan….

Saya tidak berharap banyak ketika Balogun masuk di menit 80. Lulusan Hale End itu hanya punya waktu 10 menit dengan Arsenal sudah unggul 2-0. Di atas kertas, tidak ada urgensi lagi bagi Arsenal untuk menambah gol. Apalagi, Arsenal sudah dipastikan lolos dari fase grup meskipun hanya menang 2-0.

Namun, Balogun memang menyimpan misi tersendiri. Saya cermati betul-betul caranya berlari masuk ke kotak penalti. Dia tidak buru-buru masuk, tetapi mengukur dan menjaga jarak dengan bek lawan. Matanya fokus ke arah bola dan posisi lawan dan kawan. Artinya, dia sudah membaca situasi sebelum umpan datar dari Emile itu datang.

Ketika umpan datar dari sisi kiri itu datang, saya sempat berpikir Balogun akan langsung menembak dengan kaki kiri. Sungguh, sebuah pikiran yang medioker. Namun ternyata, bukan saya saja yang punya pikiran medioker itu, tapi juga bek Molde.

Bek Molde sudah memosisikan diri di sebelah kanan Balogun sebagai cara mengantisipasi tembakan ke tiang dekat. Namun, Balogun punya rencana berbeda. Saya yakin dia tahu gelagat bek Molde yang condong ke kanan. Dia kontrol bola dan berbalik badan. Pergerakan cepat ini berhasil melindungi bola dari jangkauan pemain Molde.

Dengan berbalik badan dan memosisikan bola persis di jalur sepakan kaki, Balogun menciptakan ruang untuk sebuah tembakan yang lebih enak dilakukan. Cerdik sekali. Gol ini mahal harganya karena penentuan timing berlari dan keputusannya untuk berbalik badan. Dua keputusan kompleks yang ditentukan dalam waktu yang sempit.

Kekesalan saya luruh seketika. Itu gol bagus. Sebuah gol yang mengingatkan saya kepada aspek yang paling dibutuhkan striker dalam keadaan terdesak,  yaitu kemampuan menciptakan peluang tanpa bergantung kepada rekan. Jenis striker seperti ini punya potensi perkembangan yang lebih besar ketimbang limited striker seperti Nketiah.

Balogun dan keberanian

Ya, memang kesabaran di sini besar sekali maknanya. Namun, untuk bisa bersabar menunggu kesempatan dibutuhkan keberanian menantang arus. Balogun bisa saja pergi di musim panas kemarin. Dia, mungkin, akan mendapatkan kesempatan yang lebih luas di tim utama bersama klub lain.

Namun, Balogun “mengulur waktu” sembari selalu memberi bukti bahwa dirinya siap. Keberanian untuk menantang arus bagi pemain muda sangat dibutuhkan. Mengingat mereka tidak akan secara otomatis menjadi pilihan utama. Respect is earned not given. Dia paham sekali modal untuk menembus tim utama.

Rasa lapar dan keberanian ini wajib dimanfaatkan secara maksimal oleh Arteta. Mengingat mereka yang ada di lini depan sedang dalam performa buruk. Termasuk Aubameyang yang semakin menurun karena tidak mendapat support dari lini kedua dan terlalu dieksploitasi di sisi lapangan.

Keberanian dan kesabaran Balogun sudah berbuah untuk kali pertama ketika di mencetak gol ke gawang Molde. Kini, masih ada buah-buah ranum lainnya yang siap dipetik ketika waktunya tiba. Yang perlu dilakukan Arsenal dan Arteta adalah menjaga dan menjauhkan hama-hama busuk dari sebuah pohon keajaiban bernama Folarin Balogun.

Sumber gambar: arsenal.com.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *