arsenal liga inggris berita transfer thomas partey Santi Cazorla dan Lucas Perez

Santi Cazorla dan Lucas Perez Masuk FIFA 20 TOTS: Sebuah Pengingat Tentang Kebangkitan

Tidak ada kata yang paling tepat selain “alhamdulillah” ketika mengetahui kabar baik ini. Santi Cazorla dan Lucas Perez terpilih masuk ke dalam FIFA 20 TOTS (Team of The Year so far) La Liga. Sebuah pengingat akan kesabaran menghadapi cobaan berujung kebangkitan dan kebahagiaan.

Setidaknya, Santi Cazorla kehilangan 600 hari untuk bermain sepak bola karena cedera. Bahkan, pada titik tertentu, dokter pernah merekomendasikan Santi Cazorla untuk mengamputasi kakinya. Sebuah gambaran betapa cedera yang pemain asal Spanyol itu rasakan begitu berbahaya. Bahkan bisa mengancam kelangsungan hidupnya.

Saat ini, Santi Cazorla membela Villareal. Setelah masa rehabilitasi yang berat, dia disodori kontrak berdurasi satu tahun oleh Kapal Selam Kuning. Ia yang dulu sempat akan diamputasi kakinya, justru menjadi pemain terbaik Villareal menurut Sid Lowe, jurnalis dari The Guardian.

Bukan semata-mata karena performa saja. Namun atas nama perjuangan untuk bangkit dari lubang hitam bernama putus asa. Setiap kebangkitan, setiap kerja untuk takdir, patut mendapat tempat tersendiri di antara narasi dan ingar bingar sepak bola Eropa.

Amputasi? Betul, risiko terbesar dari peradangan di kaki Cazorla adalah amputasi. Kamu bisa bayangkan, seorang manusia yang menggantungkan hidupnya dari sepak bola, dipaksa hanya bisa duduk di sofa.

“Saya pertama mengetahuinya ketika masih berada di ruang operasi bahwa luka di kaki saya terbuka. Saya mencoba bersepeda dan beberapa jahitan menjadi lepas. Karena ini luka terbuka, bakteri bisa masuk. Ketika malam hari, cairan berwarna kuning akan keluar. Setiap kali mereka menjahitnya lagi, jahitan itu akan kembali terbuka, lalu cairan kuning akan kembali keluar. Mereka melakukan cangkok kulit tetapi tidak memeriksa terlebih dahulu bagian dalam cedera saya. Bakteria sudah memakan kaki saya. Saat itu, tim dokter tidak pernah menemukan bakteri yang menyerang kaki saya,” ungkap Cazorla kepada The Guardian.

“Mereka tidak pernah benar-benar tahu seberapa parah tendon saya dimakan bakteri. Mikel berkata, ‘Saya akan kembali membedah cederamu dan sampai menemukan tendon yang terkena infeksi.’ Mereka berkata akan terus melakukannya sampai tendon itu ketemu. Dan ketika ketemu, saya sudah kehilangan 10 sentimeter dari tendon. Ketika kami berusaha memperbaiki tendon saya, tim dokter menyadari bahwa kondisi tulang saya sudah sangat parah. Ia bahkan bisa memasukkan jari tangannya ke dalam luka saya. Kaki saya rasanya seperti lilin. Situasi ini sungguh berbahaya,” lanjutnya lagi.

Dari dua pernyataan di atas, kamu bisa membayangkan betapa kondisi kaki Cazorla sudah sangat payah. Sampai akhirnya kata amputasi itu membayang. Mikel, dokter di Inggris, pada dasarnya tidak bisa berbuat banyak.

Namun, ketika bertemu tim ahli di Spanyol, harapan itu kembali hadir. Ia tidak mau menyerah begitu saja. Dokter di Spanyol juga berkata hal yang sama, bahwa cederanya sudah begitu parah. Namun, mereka meyakinkan bahwa semua upaya akan dilakukan dan kata menyerah disepakati tidak akan disebut.

Dulu, Santi Cazorla meninggalkan istrinya, Ursula, dan dua anaknya di London. Ia pergi seorang diri ke Salamanca untuk proses rehabilitasi. Sebuah tempat yang “terpencil”, sunyi. Keberadaannya seperti tersamar.

Proses rehabilitasi berjalan begitu lambat. Semakin banyak prosedur yang harus dilewati sang pemain. Pada titik tertentu, tendon Cazorla harus dilepaskan dari jaringan di sekitarnya dan disambungkan kembali. Sakit, proses bangkit itu sangat sakit.

Tapi lihat dirinya kini. Santi Cazorla, menjadi salah satu pemain terbaik La Liga. Dia yang pernah absen selama 600 hari lebih, masih bisa bertarung di level tertinggi. Dia, yang pernah terbuang, kini menemukan “mukjizat”.

Selain Cazorla, satu lagi mantan pemain Arsenal yang merasakan kesempatan kedua adalah Lucas Perez. Kita semua tahu bagaimana perlakuan Arsene Wenger kepada Lucas Perez. Dia, yang justru memberikan kontribusi nyata, malah tidak mendapatkan menit bermain yang layak. Lucas Perez “dikorbankan” demi pemain lain yang nyatanya malah hobi mengecewakan.

Kini, bersama Deportivo Alaves, Lucas Perez kembali ke level terbaik. Dari 26 pertandingan, Lucas Perez sudah mencetak 11 gol dan 5 asis. Performa yang membantunya masuk ke dalam tim terbaik La Liga untuk sementara. Sangat tidak mudah, bagi siapa saja, bermain bukan untuk tim terbesar, tetapi masih bisa mampu membuat 11 gol dan 5 asis.

Sekali lagi, menjadi bukti bahwa Arsenal membuat kesalahan besar ketika durhaka kepada Lucas Perez. Dan ingat, Arsenal juga tidak memberikan kontrak baru kepada Santi Cazorla. Semanya karena kerja tim medis Arsenal yang kurang baik. Sekarang, dua pemain yang pernah terbuang ini menemukan takdir baru.

Santi Cazorla nan Lucas Perez, seperti berbicara bahwa kamu harus mau mengenal kekecewaan untuk memahami yang namanya kebahagiaan. Ketika enggan menerima kekecewaan sebagai bagian hidup, selamanya kamu tidak akan menemukan cahaya kebangkitan. Sebuah pengingat tentang makna kerja keras dan untuk mengucap alhamdulillah pada akhirnya.

BACA JUGA Arsenal dan Sepak Bola: Guru Terbaik Belajar Memahami Ungkapan “Tak Bisa Menyenangkan Semua Orang” atau tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *