Arteta arsenal liga inggris

Arteta tidak perlu menyerah karena solusi masalah Arsenal Bisa dilakukan dengan mudah

Setelah kalah dari Wolves, Mikel Arteta berbicara di depan wartawan. Beberapa pilihan kata yang terucap terdengar memprihatinkan. Salah satunya soal kemungkinan pemecatan yang belum seharusnya terdengar.

Seorang wartawan bertanya soal posisinya sebagai pelatih setelah menelan kekalahan kelima dari 10 pertandingan. Arteta bilang:

“Sejak saya memutuskan menjadi pelatih, saya tahu suatu hari nanti akan mengalami pengalaman pemecatan atau hengkang dari sebuah klub. Saya tidak tahu kapan itu terjadi, apakah beberapa saat setelah menandatangani kontrak, satu bulan kemudian, satu tahun, atau enam bulan lagi. Namun, saat ini, saya tidak mengkhawatirkan hal itu.”

Lima kekalahan dari 10 pertandingan memang bukan catatan yang manis untuk siapa saja. Bisa dimaklumi kalau pemberitaan soal pemecatan akan muncul. Namun, pada titik ini, saya berharap Arteta bisa sedikit percaya diri. Masalah yang kini dihadapi Arsenal bukan masalah yang tidak bisa diatasi.

Jika dipikirkan dengan kepala jernih, masalah Arsenal bisa disempitkan menjadi satu saja. Masalah yang saya maksud adalah kemampuan tim menciptakan peluang. Lebih sempit lagi, masalahnya ada di dalam kepala Arteta sendiri, yaitu ide yang dia coba terapkan tidak berjalan sesuai harapan.

Oleh sebab itu, semua solusi yang terbayang, semuanya bisa dilakukan. Toh masalah Arteta bukan dengan jajaran manajemen atau konflik secara langsung dengan pemain. Tentu situasinya akan berbeda jika masalah Arsenal adalah perseteruan antara pelatih dan manajemen, misalnya.

Sementara itu, kita tahu kalau jajaran manajemen sampai pemilik Arsenal memberikan dukungan penuh kepada Arteta. Salah satunya dengan menguasahakan pembelian pemain sesuai dengan ide yang ingin diterapkan Arsenal.

Nah, kalau sudah begini, yang perlu dilakukan ya sederhana sekali. Pertama, tinggal ubah saja ide dasar yang ingin diterapkan. Sebetulnya tidak perlu sedrastis itu. Perubahan yang bisa dilakukan paling awal adalah menggunakan skema yang berbeda. Setelah itu, menentukan pemain yang layak.

Jika menengok kondisi skuat saat ini, Arteta bisa mulai menggunakan salah satu skema yang sudah akrab dengan Arsenal, yaitu 4-2-3-1. Beberapa pemain yang tidak konsisten bisa diistirahatkan. Beberapa pemain muda yang bermain dengan semangat nyata diberi kesempatan seluas mungkin, termasuk William Saliba.

Skema kedua adalah 4-3-3. Arteta bisa menggunakan Ceballos sebagai advance #8 di mana posisinya lebih tinggi ketimbang dua gelandang sentral lainnya. Ketika melawan Wolves, Ceballos lebih banyak bermain di sisi kanan dan gagal memberikan dampak ke pertandingan. Pengalaman Ceballos di posisi ini bersama timnas Spanyol U-23 bisa dimaksimalkan.

Salah satu masalah Arsenal dalam 10 pertandingan terakhir adalah sulit sekali membuat peluang. Penyebabnya ada banyak. Salah satunya adalah tidak ada pemain yang berdiri di antar-lini lawan. Misalnya di depan kotak penalti yang kosong, sehingga Arsenal banyak mendistribusikan bola ke sisi lapangan. Monoton dan mudah diantisipasi.

Cara kedua adalah menaikkan lebih banyak pemain sehingga permainan kombinasi lebih memungkinkan terjadi. Ketika Arsenal terlalu banyak bermain di sisi lapangan, kombinasi yang banyak terjadi adalah antara bek sayap dan gelandang sayap. Monoton dan umpan lambung yang dilakukan sangat tidak efektif. Coba saja hitung berapa banyak umpan silang yang menemui sasaran ketika melawan Wolves. Menyedihkan.

Tidak ada variasi cara menyerang. Tidak ada penetrasi dari lapangan tengah. Tidak ada inisiatif untuk bermain kombinasi. Aubameyang menjadi sebatas pajangan saja meskipun sudah dimainkan di posisi idealnya.

Nah, solusi kedua yang bisa dilakukan Arteta adalah mengganti personal di atas lapangan. Dia harus berani mengganti pemain-pemain yang tidak lagi maksimal. Misalnya, mengganti Bellerin dengan Ainsley Maitland-Niles (AMN). Memberi kepercayaan lebih kepada Reiss Nelson ketimbang Willian. Mencoba Saliba untuk berduet dengan Gabriel Magalhaes. Mungkin, masalah mental Saliba malah bisa dibenahi ketika dia mendapatkan kepercayaan untuk bermain bersama tim inti.

Selama ini, ketika Pepe bisa lebih leluasa masuk kotak penalti ketika didampingi AMN sebagai bek sayap kanan. Bisa jadi, ini adalah solusi untuk tidak lagi terlalu bergantung kepada sisi kiri untuk menyerang, di mana diisi Bukayo Saka, Kieran Tierney, dan Aubameyang. Bukankah lebih banyak cara itu lebih baik?

Kesimpulannya. Masalah Arsenal bukan jenis masalah yang tak terselesaikan. Solusinya ada di dalam kepala Arteta dan kedalaman skuat Arsenal saat ini. Satu kunci dari ini semua kembali satu kata: NIAT.

Sumber gambar: arsenal.com

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *